Sepanjang Agustus Ini Jabar Diguncang 48 Kali Gempa

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 09:29 WIB
Seismograf, alat pencatat getaran gempa, Ilustrasi gempa bumi
Foto: Seismograf, alat perekam getaran gempa (Robby Bernardi/detikcom)
Bandung -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat sepanjang Agustus 2021 ini wilayah Jawa Barat diguncang 48 kali gempa bumi.

"Jumlah kejadian gempa bumi tertinggi terjadi pada 4 Agustus dengan total sebanyak enam kejadian gempa bumi," kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu kepada detikcom, Kamis (2/9/2021).

Rahayu menjelaskan dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode Agustus 2021, terlihat 36 kejadian gempa bumi terjadi di laut dan tersebar di selatan Pulau Jawa, sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

"Lalu ada 12 kejadian gempa bumi terjadi di darat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal," katanya.

Sepanjang Agustus 2021 terdapat satu rangkaian gempa doublet yang dirasakan. Gempa doublet sendiri merupakan rangkaian gempa yang kekuatannya hampir sama dalam waktu dan lokasi yang berdekatan. Gempa doublet tersebut terjadi pada 7 Agustus 2021.

"Gempa pertama terjadi pukul 20.17 WIB dengan magnitudo sebesar 4,1. Sedangkan gempa kedua terjadi pukul 20.11 WIB dengan magnitudo sebesar 4,0. Gempa doublet dirasakan di Tasikmalaya, Cikelet, Cikajang, Sayangheulang, Pangalengan, Singajaya, serta Bungbulan," tutur Rahayu.

Kedalaman gempa bumi yang terjadi bervariasi pada rentang 1 hingga 129 kilometer. Sedangkan untuk magnitudo gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 4,9 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1,6.

"Selain itu terdapat juga lima kali kejadian gempa bumi dirasakan pada periode Bulan Agustus 2021," ujarnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi tidak benar terkait kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Barat.

"Kami minta masyarakat tetap tenang tapi waspada, karena gempa bumi bisa terjadi kapan saja. Hindari potensi kecelakaan saat gempa bumi dengan mengamankan barang pecah belah dan lemari yang bisa menimpa masyarakat," kata Rahayu.

(bbn/bbn)