ADVERTISEMENT

Ridwan Kamil Paparkan Lika-Liku Vaksinasi COVID-19 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 19:23 WIB
Ilustrasi vaksinasi
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Bandung -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menceritakan lika-liku vaksinasi di Jabar. Ia pun memaparkan tantangan yang harus dihadapi Jabar dalam mencapai target kekebalan komunal, mulai dari infrastruktur kesehatan hingga ketersediaan dosis vaksin.

Dalam video berdurasi 9 menit, pria yang akrab disapa Kang Emil itu memaparkan dengan konsep mind mapping yang ia tulis sendiri. Awalnya, Kang Emil menceritakan tentang target yang harus dicapai Jabar untuk mendapatkan kekebalan komunal.

Dengan penduduk hampir 50 juta orang, minimal 35 juta orang harus tervaksinasi. Sasaran vaksinasi itu diharapkan rampung pada akhir Desember 2021, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

"Kita sudah dikasih 18,6 juta dosis. Sudah disuntikan 14,4 juta. Atau 77,4 persen dari yang dikasih. Dosis pertama 25 persen atau 9,4 juta penduduk. Dosis kedua ada 5 juta," ucap Kang Emil dalam video yang disiarkan Humas Jabar, dilihat Rabu (1/9/2021).

Ia mengatakan ada percepatan laju vaksinasi di Jabar yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Semula Jabar hanya bisa menyuntikan 50 ribu dosis vaksin per hari, kini meningkat menjadi rata-rata 235 ribu dosis pada akhir Agustus 2021.

"Nah Alhamdulillah dua bulan lalu kita masih 50 ribu dosis per hari. Kemarin akhir Agustus kemarin rata-rata 235 ribu per hari. Dan kita testing (coba) tanggal 28 Agustus kita bisa 420 ribu (dalam acara Gebyar Vaksinasi)," katanya.

Berdasarkan perhitungan dari Satgas Penanggulangan COVID-19 Jabar, untuk mencapai target kekebalan komunal dibutuhkan suplai vaksin sebanyak 15 juta dosis vaksin per bulannya. Ia pun telah meminta kepada pemerintah pusat agar proporsional dalam memberikan jatah vaksin.

"Suplai ke kami tidak proporsional. Ada provinsi yang penduduknya sedikit tapi vaksinnya banyak. Ada provinsi besar seperti Jabar vaksinnya sedikit yang ngasihnya. Maka kalau dipresentasekan masih jauh, padahal jumlah vaksinnya saja sedikit. Jadi, kalau Desember mau beres tolong suplai ke jabar tidak kurang 15 juta dosis per bulan," katanya.

Wilayah Jabar yang luas dengan demografis alam yang beragam pun, ujar Kang Emil menjadi salah satu tantangan untuk menentukan kecepatan vaksinasi. Pasalnya, infrastruktur kesehatan di Jabar juga masih terbatas.

"Teritorial di Jabar itu beragam. Jadi tak bisa dibandingkan dengan yang homogen. Jabar itu ada kota dan kabupaten pedalaman pelosok yang jangkauannya susah secara mobilitas. Infrastruktur juga terbatas dan tidak merata. Jumlah Puskesmas kita hanya 1000-an padahal standar WHO 5000-an," katanya.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, ia pun mengajak semua pihak untuk melakukan bela negara dengan menggelar sentra vaksinasi. Menurut Kang Emil selain Pemda dan TNI-Polri, semua unsur telah menunjukkan bela negara mulai dari ormas, komunitas, organisasi profesi, institusi pendidikan hingga partai politik.

"Ada juga partai politik, saya juga hadir beberapa kali hatur nuhun. Ini agar partai tidak muncul tiap lima tahun sekali, dalam kondisi seperti ini interaksi dengan masyarakat juga dibutuhkan," ujar Kang Emil.

Simak video 'Ridwan Kamil: Ada Provinsi yang Penduduknya Sedikit, Dapat Vaksin Banyak':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT