Ibu di Bandung Barat Tak Tidur Sejak 2014, Ini Harapan Anaknya

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 18:34 WIB
Cucu, warga Bandung Barat mengaku tak bisa tidur sejak 2014 lalu.
Ibu di Bandung Barat tak bisa tidur selama 7 tahun (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Dadan Supriatna dan Fani Fadilah, bergantian merawat Cucu (45), ibu mereka yang saat ini tengah terkulai di atas tempat tidur sederhananya lantaran mengaku tak bisa tidur selama tujuh tahun.

Warga Kampung Warung Jati, RW 05/10, Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengaku sejak 2014, secara berkala ia mulai kehilangan rasa kantuk hingga akhirnya tak lagi bisa tidur. Ia sudah menjalani berbagai pengobatan namun tak ada yang membuahkan hasil hingga saat ini.

Bahkan Cucu sudah mengonsumsi obat keras dari rumah sakit di daerah Cikalongwetan demi membantunya bisa tidur. Awalnya memang ada khasiatnya, namun lama kelamaan Cucu malah tak lagi mengonsumsi obat tersebut lantaran tak merasakan khasiatnya lagi.

Selama bertahun-tahun Dadan tak pernah absen mengurus sang ibu. Kesedihan tak bisa ditahannya tatkala setiap malam ia melihat ibunya dengan kondisi gelisah dan matanya terus melek bergerak ke sana kemari.

"Iya sedih pasti, karena di saat saya merasakan ngantuk terus tidur, tapi ibu saya sama sekali gak bisa tidur. Makanya saya sama adik sekarang merawat ibu yang lagi sakit," ungkap Dadan kepada detikcom, Selasa (31/8/2021).

Kesedihan Dadan semakin bertambah lantaran kondisi kesehatan ibunya malah terus semakin parah. Dalam tujuh bulan terakhir ini kedua kaki serta tangan dan lehernya selalu bergerak sendiri.

"Saya enggak tega lihat ibu seperti itu. Sudah dibawa berobat kemana-mana belum ada hasilnya. Tapi mudah-mudah segera ada solusi," terang Dadan.

Pun demikian bagi Fani Fadila. Sebagai anak perempuan yang beranjak remaja, ia lebih telaten mengurusi sang ibu. Apalagi ketika sang ibu tengah merasakan pusing yang teramat menyiksa hingga tak jarang sampai muntah-muntah.

"Kalau buka saya sama kakak ya siapa lagi. Sedih kalau ibu mulai kesakitan. Kadang kalau pusingnya kumat, suka muntah-muntah. Ibu juga cuma bisa nangis nahan sakit," kata Fani.

Ibunya sendiri baru saja menjalani pengobatan dan scan pada bagian kepala di RS Santosa. Ia berharap ada keajaiban yang membuat ibunya bisa pulih seperti sediakala. "Hari Kamis baru keluar hasil scannya. Mudah-mudahan ada jalan keluar biar ibu bisa sehat lagi," jelas Fani.

Sementara itu Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Desa Ciptagumati, Ahmad Sutisna mengatakan pihak desa baru saja mendapat informasi bahwa ada warganya yang tidak bisa tidur selama 7 tahun. Sebab sebelumnya tak ada laporan sama sekali dari perangkat RT dan RW.

"Kita baru tahu seminggu kemarin karena sebelumnya enggak ada laporan. Tapi kalau sudah tahu begini, Insya Allah pihak desa akan memberikan bantuan semampunya dan akan mencarikan solusi karena kan kondisi seperti ini sangat jarang sekali," kata Ahmad.

Simak juga 'RK Minta Suplai Vaksin Corona ke Jabar Tak Kurang dari 15 Juta Dosis/Bulan':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)