170 Siswa SLB di Kabupaten Sukabumi Jalani Vaksinasi Tahap Pertama

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 11:17 WIB
Penyandang Disabilitas Sukabumi Divaksinasi
Siswa SLB di Sukabumi menjalani vaksinasi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi -

Sebanyak 170 siswa penyandang disabilitas dari tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sukabumi menjalani vaksinasi tahap pertama. Selain pelajar, vaksinasi juga menyasar masyarakat di sekitar lingkungan sekolah dan orang tua siswa.

Ada tiga SLB yang siswanya menjalani vaksinasi yaitu SLB Negeri Handayani Cibadak, SLB PGRI Cisaat dan PBP Sukaraja. "Kami dari SLB Negeri Handayani mengikuti kegiatan vaksin yang diadakan Pemerintah Provinsi Jabar yang dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi. Untuk sasarannya adalah pendidik yang belum divaksin, orang tua siswa dan masyarakat. Jumlah sasaran 231 di antaranya siswa 170 sasaran," kata Sajidin, kepala SLBN Handayani, Sabtu (28/8/2021).

Pantauan detikcom, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar, meski sejumlah siswa awalnya ada yang menolak untuk divaksinasi. Namun, berkat bujukan vaksinator dan pendidik, akhirnya mereka mau menjalani vaksinasi.

"Sampai saat ini (proses vaksin) enggak ada masalah, kalau untuk (penyelenggaraan) kegiatan penuh dinamika mulai dari persiapan kemudian informasi terkait ketersediaan vaksin di Dinas Kesehatan, kemudian jumlah sasaran kami mendata dan mungkin anak yang akan divaksin harus seizin orang tua," tutur Sajidin.

Menurut Sajidin, vaksinator berasal dari Puskesmas Cibadak, RS Hermina dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad. "Harapan kami dengan proses vaksinasi ini bisa mencegah penyebaran, virus COVID- 19, harapan berikutnya, terutama sasaran yang hari ini divaksin terutama SLB Negeri Handayani bebas COVID minimal ketika terpapar gejala tidak berat," ujar Sajidin.

Dedeh (41), orang tua salah satu pelajar, mengatakan putrinya sejak awal dari rumah memang sudah ingin divaksinasi. Namun, setiba di sekolah, dia sempat kaget karena melihat banyak orang.

"Kalau dari rumah semangat, pas sampai sini banyak orang mungkin ya akhirnya kaget. Tapi akhirnya mau juga divaksinasi," ucap Dedeh.

(sya/bbn)