Ribuan Bantuan Warga Bandung Belum Tersalurkan, Mensos Risma Berang

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 19:40 WIB
Mensos Risma berang ribuan bantuan warga Bandung belum tersalurkan
Mensos Risma (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini geram karena hampir ribuan bantuan tidak tersalurkan kepada warga di Kabupaten Bandung. Permasalahannya kompleks, dari mulai data hingga penyaluran bantuan yang tersendat.

Hal itu ia ungkapkan ketika memantau bantuan sosial tunai (BST) bersama Komisi VIII DPR RI, yang diberikan kepada warga di Gedung Sistem Layanan Terpadu (SLRT) Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021).

Dalam pertemuan itu, ia menanyakan sejumlah bantuan yang sudah disalurkan kepada warga. Nada suaranya meninggi ketika mendengar ribuan data warga yang belum mendapat bantuan.

"Saya melihat banyak sekali (permasalahan) dan itu masih banyak lagi di beberapa daerah yang kondisinya memang sama. Karena itu kita harus memecahkan satu per satu, permasalahan tadi," ungkap Risma usai pantau pemberian bansos di SLRT, Kabupaten Bandung, Jumat (27/8/2021).

Risma mengatakan permasalahan pertama pada data yang diinput daerah ke pusat. Ternyata, data tersebut tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Hal itu pun berdampak pada pihak penyalur dana dan bantuan.

Pihak penyalur bantuan seperti perbankan dan PT POS terkendala dengan data yang belum diperbaharui.

"Data yang saya lihat di data kependudukan, memang alamatnya hanya kampung saja. Kenapa bank juga (permasalahannya) tidak mau karena alamatnya tidak asa RT/RW. Hanya kampung saja," ujar Risma.

"Pikiran kita di PT POS itu bisa, ternyata PT POS pun punya masalah. Maka dari itu harus diselesaikan oleh Dinas Sosial Kabupaten dan Disdukcapil Kabupaten," lanjutnya.

Ia pun meminta agar Dinas Sosial Kabupaten Bandung segera memperbaiki data. Mereka pun diminta agar segera berkonsultasi dengan pihak perbankan dan PT POS terkait kendala di lapangan.

Dirinya meminta agar permasalahan tersebut segera diselesaikan. Ia menargetkan, Senin dan Selasa pekan depan, permasalahan tersebut selesai.

"Karena itu kita berharap Senin- Selasa itu kelar pembagian maupun alamat-alamat yang tidak jelas," tegasnya.

(mud/mud)