BIG Lakukan Pemetaan di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu

M Solihin - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 20:37 WIB
Badan Informasi Geospsial melakukan pemetaan di Kepulauan Seribu
Badan Informasi Geospsial melakukan pemetaan di Kepulauan Seribu (Foto: Istimewa)
Bogor -

Badan informasi Geospasial (BIG) melakukan pemetaan laut di kawasan taman nasional kepulauan seribu, Jakarta. Total ada 10 kawasan konservasi dan 7 taman nasional yang menjadi target pemetaan BIG.

"Ini adalah salah satu kegiatan survei yang dilaksanakan oleh BIG pada bagian pusat pemetaan laut, dimana kita mendukung atau melaksanakan pemetaan terkait bagaimana dengan kawasan konservasi, salah satunya dengan pemetaan batimetri. Nah lokasi yang dipetakan kali ini kita tunjuk kepulauan seribu," kata Kepala BIG Muh Aris Marfai, Kamis (26/8/2021).

Muh Aris menyebut, pemetaan yang dilakukan BIG memiliki fungsi penting bagi banyak pihak. Khususnya di kawasan konservasi dan wisata laut.

"Ini sebagai bagian dari amanah kita untuk melakukan pemetaan dasar, karena itu menjadi tugas pemerintah dan itu tugas BIG, dimana salah satu aspek pentingnya adalah batimetri (informasi kedalaman laut atau perairan)," kata Muh Aris.

"Fungsinya ini sangat penting sekali, salah satunya untuk peta dasar dan kemudian bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Misalnya, untuk penentuan alur pelayaran, untuk pembangunan dermaga, untuk mobiling dinamis dan lain sebagainya, termasuk pemetaan terumbu karang," imbuhnya.

Luas area kawasan taman nasional Kepulauan Seribu yang akan dipetakan, lanjut Muh Aris, mencapai 1000 kilometer persegi. Proses pemetaan ditarget selesai maksimal 3 bulan.

"Luas area yang menjadi target pemetaan seluas 1000 km persegi dan itu kita target selesai dalam waktu 2 atau 3 bulan dan prosesnya sedang berlangsung," katanya.

Dalam proses pemetaan di kawasan Kepulauan Seribu, tim surveyor BIG menggunakan 4 metode. Yakni, menggunakan UAV Lidar atau wahana tanpa awak, yang fungsi untuk mendapatkan model 3 dimensi permukaan bumi di darat. Kemudian dengan USV atau drone laut, yang berfungsi untuk memetakan kedalaman perairan dangkal, 0-15 meter. Dengan metode ini didapat Informasi kedalaman dan kontur laut.

"Kemudian dengan metode Singlebeam Echosounder (SBes), fungsinya untuk mendapatkan data kedalaman Laut. Alat yang digunakan alat dual prekuensi sehingga dapat memetakan perairan dangkal dan dalam. Dengan ini kita dapat informasi bentuk permukaan dasar laut. Namun data yang didapat tidak sedetail menggunakan Mbes," kata Teguh Sulistian, Surveyor Pemetaan Laut BIG.

"Kemudian dengan Multibeam Echosounder, fungsinya untuk membuat model 3 dimensi permukaan bawah laut. Metode ini menghasilkan gambaran permukaan laut yang detail. Bisa didapatkan juga informasi tentang habitat terumbu karang, bisa identifikasi bangkai kapal, dan fitur bawah laut lainnya," imbuhnya.

Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai BIG Yosef Dwi Sigit Purnomo mengatakan, ada 10 kawasan konservasi dan 7 taman nasional di Indonesia yang akan dilakukan pemetaan.

"Berdasarkan Perpres Nomor 56 tahun 2019 tentang rencana aksi nasional pengelolaan terpadu taman nasional dan kawasan konservasi perairan nasional tahun 2018-2025, ada 7 taman nasional dan 10 kawasan konservasi yang akan dilakukan pemetaan," kata Yosef, Kamis (26/8/2021).

7 Taman Nasional yang jadi target pemetaan oleh BIG antara lain, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Bunaken, Wakatobi, Taka Bonerate, Teluk Cendrawasih dan Togean di Sulawesi Tenggara. Sedangakan 10 kawasan konservasi yakni, Anambas, Pulau Pieh di Sumatera Barat, Kepulauan Kapo Posang di Sulawesi Selatan, Gili Matra di Lombok, Laut Banda, Kepulauan Padaido di Papua, Laut Sawu di NTT, Kepulauan Waigeo di Papua Barat, Raja Empat, dan Kepulauan Aru.

(mud/mud)