ADVERTISEMENT

Hadapi Megathrust, BMKG-BPBD Uji Sirine Peringatan Tsunami Tiap Tanggal 26

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 14:48 WIB
Ilustrasi tsunami
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Bandung -

Pesisir pantai selatan Jawa Barat dihadapkan dengan potensi bencana tsunami yang tinggi, pasalnya daerah tersebut masuk ke dalam zona gempa megathrust. Untuk menghadapi hal tersebut, Stasiun Geofisika Bandung menyiapkan Sirine Warning Tsunami, WRS-NG dan rambu-rambu evakuasi.

Sirine peringatan tsunami dipasang di beberapa wilayah pesisir selatan Jawa Barat seperti Pangandaran dan Sukabumi. Empat sirine peringatan tsunami terpasang di Pangandaran, yakni di Kantor Balaiwisata Pantai Pangandaran, Kantor Telkom Pangandaran, Kantor Kecamatan Pangandaran dan Bojong Salawe.

Sedangkan tiga sirine dipasang di tiga lokasi yang berbeda, yakni Kantor Informasi Geopark Ciletuh, Tower Balai Wisata Pantai Citepus dan Tower Balawista Kantor Desa Citepus. Sirine tersebut pun akan diaktivasi setiap tanggal 26 setiap bulannya, untuk memastikan alat tersebut berfungsi dengan baik.

"Tetapi 1 lokasi yang di Tower Balawista Pantai Citepus mengalami kerusakan karena towernya roboh tergerus gelombang pasang yang terjadi pada tanggal 13 Agustus 2021. Pada tanggal 26 Agustus 2021, BMKG bersama BPBD setempat akan melakukan uji aktivasi sirine warning tsunami pada pukul 10.00 WIB secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sirine yang ada di Pangandaran dan Sukabumi," ujar Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu dalam keterangannya, Kamis (26/8/2021).

"Untuk diseminasi informasi gempa bumi dan tsunami kami mempunyai peralatan yaitu WRS NG yang sudah terpasang di seluruh kantor BPBD Kota/Kabupaten di seluruh Jawa Barat. Moda diseminasi WRS NG ini berfungsi untuk menginformasikan terkait gempabumi dan tsunami ke masyarakat di sepanjang pesisir pantai melalui pemerintah daerah," ujar Teguh melanjutkan.

Selain Sirine Warning Tsunami dan WRS-NG, BMKG bersama dengan pemerintah daerah juga telah menyiapkan rambu-rambu evakuasi serta tempat evakuasi sementara maupun tempat evakuasi akhir.

"Sehingga Jika terjadi gempa bumi yang berpotensi menyebabkan tsunami, maka akan terinfokan dengan cepat melalui WRS NG dan dan Sirine Warning Tsunami yang akan memberikan warning ke masyarakat di sekitar pantai untuk segera melakukan evakuasi mengikuti rambu-rambu evakuasi yang telah terpasang," tutur Teguh.

(yum/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT