BOR RS di Cianjur Hanya 25 Persen, Ruang Isolasi Dialihkan untuk Pasien Umum

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 12:32 WIB
RSUD Cianjur
Foto: Ismet Selamet
Cianjur -

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit di Kabupaten Cianjur terus menurun. Ruang isolasi yang kosong akan dialihkan untuk penanganan pasien umum.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan BOR tertinggi yakni RSUD Cianjur yang hanya 25 persen dari total 225 tempat tidur. Sedangkan RSUD Cimacan yang memiliki 63 tempat tidur isolasi, hanya terisi 9 persennya.

"Paling sedikit RSUD Pagelaran, dari 30 tempat tidur hanya terisi satu tempat tidur isolasi. Bahkan sebelumnya nol," kata dia, Kamis (26/8/2021).

Menurut Herman, penurunan tersebut membuat banyak ruangan isolasi yang tidak terpakai. Oleh karena itu, Pemkab meminta RSUD mengalih fungsikan ruangan yang saat ini tak terisi untuk perawatan pasien umum.

"Untuk RSUD Sayang, rencananya ada sekitar 30 tempat tidur di ruang flamboyan yang kembali difungsikan untuk pasien umum. Sudah diminta untuk disterilkan. Tidak hanya di RSUD Sayang, tapi di rumah sakit lainnya," kata dia.

Ia menjelaskan penurunan BOR dikarenakan lanjut penyebaran yang memang rendah. Herman juga mengklaim, meskipun berstatus PPKM level 4, sejak beberapa pekan terakhir laju pertumbuhan kasus COVID-19 di Cianjur juga menurun.

"Kasus baru pertama minggu hanya 200 kasus. Sebelumnya lebih dari 500 kasus positif baru per minggu," ucap dia.

Selain itu, lanjut dia, banyak yang masyarakat yang positif dengan gejala ringan atau tak bergejala lebih memiliki isolasi mandiri.

"Kalau sebelumnya kan yang gejala ringan atau tak bergejala dirawat di RS, tapi sekarang sudah sadar dimana yang ke rumah sakit hanya yang bergejala berat. Makanya BOR turun drastis," pungkasnya.

(ern/ern)