Sering Sakit Pinggang, Bocah Kembar Siam Dempet Perut Butuh Kursi Roda Baru

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:46 WIB
Bocah kembar siam dempet perut asal Garut ini divonis sejak lahir tak bisa dipisah. Sempat jalani operasi-perawatan di RSHS Bandung, bagaimana kabarnya kini?
Foto: Potret bocah kembar siam dempet perut asal Garut (Hakim Ghani/Detikcom).
Garut -

Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah bocah kembar siam dempet perut asal Garut yang sejak lahir divonis tak bisa dipisah kini mulai sekolah. Mereka butuh bantuan karena kini kursi rodanya mulai tak nyaman digunakan.

Hal tersebut diungkap Iwan Kurniawan (43), ayah Dewi dan Putri. Iwan mengatakan anaknya kerap mengeluh sakit pinggang lantaran kursi rodanya mulai sempit.

"Sering bilang sakit pinggang, karena kursi rodanya sempit," ujar Iwan kepada detikcom Rabu (25/8/2021).

Dewi dan Putri merupakan anak kembar siam dari pasangan Iwan dan Yuni. Dia kini tinggal di rumahnya Kampung Padasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja.

Bocah kelahiran 2013 itu saat ini sudah mulai ikut sekolah. Mereka bersekolah di SDN 1 Tegal Panjang Kecamatan Sucinaraja yang tidak jauh dari rumahnya.

Iwan mengatakan kedua anaknya itu mudah beradaptasi saat pertama masuk sekolah. Dia diterima dengan baik oleh teman dan guru-gurunya di sekolah.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada guru-gurunya karena anak saya tidak dibedakan," katanya.

Iwan mengatakan selain membutuhkan kursi roda baru, dia juga saat ini tengah kebingungan mencari seragam untuk Putri dan Dewi.

"Ini seragamnya kan ade dan kakak ingin tidak terlihat, ingin tertutup auratnya katanya. Sedangkan dulu yang bikin ibunya sekarang bingung juga cari ke mana," ungkap Iwan.

Dewi dan Putri sendiri merupakan dua bocah kembar siam yang mengalami dempet di bagian perutnya. Sejak lahir, mereka divonis tidak bisa dipisah.

Keduanya diketahui sempat menjalani operasi penghilangan kaki tambahan dan dirawat intensif di RS Hasan Sadikin, Bandung. Saat itu, operasi sukses dilakukan oleh tim dokter.

Meskipun hidup di bawah keterbatasan, namun Putri dan Dewi tidak pernah mengeluh dan hidup dengan penuh kegembiraan.

"Alhamdulillah anak saya periang, mereka juga senang saja tidak rewel," tutup Iwan.

(mso/mso)