Pantau Vaksinasi di Cileunyi, Sahrul Gunawan Nyanyi Hibur Warga

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 15:27 WIB
Wabup Bandung Sahrul Gunawan.
Foto: Wabup Bandung Sahrul Gunawan (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan memantau proses vaksinasi di Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (23/8/2021). Bukan hanya memantau, ia pun bernyanyi layaknya sedang konser di depan warga.

Dari pantauan detikcom, suasana vaksinasi dari tenang berubah ramai. Warga berbondong-bondong mendekati Sahrul yang dikenal sebagai artis itu.

Di sela memberikan sambutan, dirinya yang masih memakai pakaian dinas menyanyikan sebuah lagu layaknya konser di depan warga yang sedang divaksin. Hal itu membuat warga berkerumun dan berdesakan ingin merekam video dan berfoto bersama.

Sahrul mengatakan, pemerintah Kabupaten Bandung tengah mempercepat proses vaksinasi. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempercepat tumbuhnya Heird Immunity di tengah masyarakat.

"Tentu harus sebanyak banyaknya melakukan gebyar vaksinasi. Saya lihat juga banyak divaksin dan sesuai dengan jumlah nakesnya. Biasanya sekitar 250 sudah maksimal. Sejumlah nakes juga berasal dari relawan Bedas dan dinas kesehatan," ujar Sahrul kepada wartawan usai pantau vaksinasi, Desa Cimekar, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (23/8/2021).

Sahrul mengatakan, antusias masyarakat untuk divaksin mulai meningkat. Namun, stok vaksin di daerah masih terbatas dan tidak ada kepastian.

Meski demikian, sejumlah startegi tengah disiapkan. Di antaranya sebuah bus akan diubah menjadi alat agar vaksin dapat tersebar ke pelosok daerah.

"Yang menjadi problem ini adalah bagaimana kepastian jumlah vaksin yang disesuaikan dengan jumlah target sampai 31 Desember yang sekitar 2,7 juta. Masih sangat jauh, tapi untuk menuju ke sana kami sudah punya strategi," ucapnya.

"Baik itu dengan mobil atau bisa vaksin yang sedang disulap sekarang. Ada 2 bis sedang disiapkan untuk bagaimana operasionalnya," lanjutnya.

Ia menuturkan, penularan COVID-19 di Kabupaten Bandung mengalami penurunan. Meski demikian, ia berharap agar sejumlah warga tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Jangan sampai abai, jangan sampai data tersebut membuat kita menjadi lengah, terus bebas lagi sehingga tidak kontrol," ujarnya.

(mso/mso)