Sepucuk Surat Wasiat di Balik Kematian Mahasiswa S2 ITB

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 10:20 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Sepucuk surat wasiat ditinggalkan AN, mahasiswa S2 Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bunuh diri dalam kamar indekosnya di Jalan Cisitu Lama Indah, Coblong, Kota Bandung, Minggu (22/8/2021) dini hari.

Dari hasil pengungkapan polisi, AN diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara nekat. Berdasarkan keterangan petugas, AN ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di sekitar indekosnya.

"Motif belum ada, kita menemukan secarik surat dalam bahasa Inggris, yang terjemahannya itu kurang lebih permohonan maaf kepada saudara dan keluarga," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung Rudy Trihandoyo saat dihubungi detikcom, Minggu (22/8).

Selain secarik kertas, polisi juga menemukan kartu identitas dari korban. Seperti diketahui, AN tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2018 pada prodi Struktur Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL).

"Ditemukan KTP atas nama AN mahasiswa S2 Teknik Sipil, ada tiga saksi. Kronologinya saksi pertama keluar mengambil motor jam enam pagi, kemudian, korban sudah gantung diri dengan tali tambang. Saksi satu kemudian melaporkan kepada temannya berdua," ujar Rudy.

Rudy mengatakan, kemungkinan korban melakukan aksi nekatnya itu sekitar jam 04.00- 05.00 dini hari. Pasalnya, ketika malam hari saksi-saksi masih melihat korban beraktivitas.

"Terakhir jam 21.00 korban masih kelihatan," kata Rudy.

Sementara itu, pihak ITB membenarkan jika AN merupakan salah seorang mahasiswa S2. AN tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2018, pada prodi Struktur Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL).

"Almarhum sudah menempuh studi di ITB selama 3 tahun (6 semester), dan sedang dalam tahap menyusun tesis. Menurut data dan informasi resmi ITB, almarhum AN berasal dari Madura dan berdomisili di Bandung pada suatu rumah kost yang berlokasi di Cisitu Lama, bersama beberapa rekannya yang juga berstatus sebagai mahasiswa Teknik Sipil ITB," ujar Kabiro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto.

Jenazah telah dalam pengurusan pihak keluarga almarhum yang tinggal di Bandung. Berdasarkan informasi terakhir, jenazah dibawa dan dimakamkan di daerah asalnya di Pamekasan Madura.

Lihat juga video 'Ibu-Anak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bagasi Mobil':


[Gambas:Video 20detik]




(yum/ern)