Kepala Balai Besar Meteorologi dan Klimatologi (BBMKG) Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho menjelaskan, gempa bumi dangkal tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
"Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran, Cijulang, Tata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)," tulis Hendro dalam keterangan yang diterima detikcom.
Hingga saat ini, ujar Hendro, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. BBMKG pun mencatat, hingga pukul 06.00 WIB belum ada aktivitas gempa bumi susulan.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkas Hendro.
Lihat juga video saat 'Padang Lawas Utara Diguncang Gempa M 5,3':
(yum/ern)











































