Tinju Ryan Jombang, Ini Jejak Perkara Habib Bahar hingga Dibui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 10:16 WIB
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith memegang bendera merah putih seusai menjalani sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Foto: Habib Bahar bin Smith (Antara Foto).
Bandung -

Habib Bahar bin Smith tak habis jadi sorotan. Kini dia dikabarkan memukul Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang di Lapas Gunung Sindur gegara uang.

Menilik ke belakang, Bahar saat ini menjadi terpidana atas dua kasus. Keduanya sama-sama terkait kasus penganiayaan. Kedua kasus itupun sudah masuk ke meja hijau dengan putusan yang berbeda.

Di kasus pertama, Bahar divonis atas penganiayaan terhadap dua remaja. Aksi penganiayaan itu dipicu lantaran kedua remaja tersebut mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar di Bali dan mendapatkan keuntungan.

Bahar yang naik pitam lantas menjemput kedua remaja asal Bogor itu ke Pondok Pesantren Tajul Allawiyin miliknya. Di situlah, Bahar menganiaya kedua remaja itu.

Kasus masuk ke meja hijau. Di persidangan, Bahar diadili dan dijatuhi vonis 3 tahun penjara.

Perjalanan selama dibui pun menimbulkan cerita lain. Bahar yang sempat bebas lantaran mendapat asimilasi justru kembali lagi ke dalam sel. Hal itu lantaran Bahar diketahui menggelar tausiyah yang dihadiri massa di saat penerapan PSBB di Bogor. Asimilasi Bahar pun dicabut.

Bahar mengajukan gugatan ke PTUN Bandung atas surat pencabutan asimilasi itu. Pihak Bahar lalu memenangkan persidangan tersebut.

Bahar kemudian dipindahkan dari Lapas Pondok Rajeg ke Lapas Nusakambangan. Setelah itu, Bahar kembali 'dipulangkan' ke Bogor dan mendekam di Lapas Gunung Sindur.

Kasus Bahar pun tak berhenti. Polda Jabar kemudian menetapkan Bahar sebagai tersangka lagi. Kali ini, Bahar ditetapkan tersangka atas kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online bernama Ardiansyah.

Perkara itu masuk ke meja hijau. Untuk kedua kalinya, Bahar duduk di kursi pesakitan. Dalam dakwaan jaksa, Bahar diketahui menganiaya Andriansyah gegara mengantar istrinya pulang terlalu larut.

Meski begitu, Bahar menyebut bahwa penganiayaan itu dipicu karena sang sopir menggoda istri Bahar. Dalam sidang juga beberapa kali Bahar menyebut bila perkara itu sudah selesai dengan perdamaian. Namun, meski demikian, Bahar tetap divonis dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara oleh hakim.

Kini, muncul lagi kabar terbaru dari Bahar. Dia dikabarkan menganiaya Ryan Jombang di dalam lapas. Pemicunya, disebut gegara uang.

"Kalau permasalahan awalnya itu sebenarnya masalah sepele, jadi habib Bahar ini beberapa bulan lalu sering meminjam uang ke Ryan," ujar Kasman Sangaji, kuasa hukum Ryan Jombang kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Kalapas Gunung Sindur Mujiarto mengatakan insiden tersebut sudah diselesaikan secara internal. Menurut dia, perselisihan antar napi biasa terjadi.

"Sudah kami selesaikan, dalam arti, Ryan juga tidak keberatan. Memang dia yang salah, ada kesalahan lah, biasa di lapas," ucap Kalapas Gunung Sindur Mujiarto saat dikonfirmasi.

Mujiarto mengatakan perselisihan antara Bahar dengan Ryan Jombang berkaitan dengan permasalahan uang. Namun dia tak menjelaskan soal uang tersebut.

"Jadi di lapas itu memang sulit dihindari lah, tapi masalah itu sudah diselesaikan, dari Ryan juga sudah tidak keberatan," kata dia.

"Masalah di lapas itu kan dari Sabang sampai Merauke, itu sulit dihindari ya, bukan boleh ya, makanya Ryan itu saya tanyakan, gimana dia," kata dia menambahkan.

Simak video 'Pengacara Bantah Soal Tuduhan Ryan Jombang Curi Uang Habib Bahar':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mso)