Belum Punya Alat, Cianjur Kesulitan Dapat Donor Plasma Konvalesen

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 12 Agu 2021 15:35 WIB
PMI terus mengajak penyintas COVID-19 untuk mendonorkan darahnya sebagai bagian dari usaha untuk menyembuhkan pasien yang masih positif.
Ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Cianjur -

Kabupaten Cianjur kesulitan mendapat donor plasma konvalesen. Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya alat dan penyimpanan, sehingga pendonor harus mendonor di rumah sakit di luar kota.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Cianjur Ahmad Fikri, mengatakan setiap harinya menerima 5 permintaan plasma konvalesen. Namun pihaknya belum bisa memenuhi, sebab belum memiliki alat donor khusus plasma konvalesen.

"Permintaan tinggi, sebulan bisa 200 permintaan masuk. Tapi selama ini kita hanya bisa merujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang bisa melayani donor plasma dari penyintas untuk pasien COVID-19 tersebut. Karena belum memiliki alat," kata dia, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya PMI sudah berkomunikasi dengan Pemkab Cianjur agar segera melakukan pengadaan alat, agar donor plasma bisa dilakukan mandiri di Cianjur.

"Kalau kita sudah punya alat sendiri, tentu akan memangkas waktu, biaya, dan penanganan pasien bisa lebih cepat," kata dia.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku Pemkab Cianjur sudah menganggarkan pengadaan alat donor plasma konvalesen. Namun belum bisa dilakukan lantaran alat penunjang belum dianggarkan.

"Untuk alat utamanya sudah dianggarkan, tapi yang penunjangnya yakni pendingin nya belum teranggarkan. Kalau tidak ada pendingin, plasma nya harus segera pakai begitu didonor, sedangkan kalau ada pendingin bisa disimpan untuk stok," kata Herman.

Herman menambahkan saat ini total penyintas di Cianjur mencapai 10.020 orang. "Dari angka ini potensial untuk membantu donor bagi pasien COVID-19 yang butuh donor plasma tersebut," kata dia.

Menurut Herman, Pemkab Cianjur sudha berkoodinasi dengan Pemprov Jabar terkait alat pendingin. "Rencananya untuk pendingin akan dibeli oleh Pemprov. Jadi kita cukup sediakan alat donornya. Begitu sudah pasti yang dari Pemprov, alatnya segera kita beli," ucap dia.

(mud/mud)