Tak Terdaftar Bansos, Puluhan Emak-emak di Majalengka Geruduk Kantor Desa

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 10 Agu 2021 13:59 WIB
Puluhan emak-emak di Majalengka protes tak terdaftar penerima bansos
Puluhan emak-emak di Majalengka protes tak terdaftar penerima bansos (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Puluhan emak-emak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menggeruduk kantor Desa Cikijing, Kecamatan Cikijing pada Selasa (10/8/2021). Mereka mendatangi kantor desa karena tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos).

"Kami mendatangi kantor Desa Cikijing dalam rangka mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan. Selama ini kami belum menerima bantuan dari pihak manapun," kata Retna Juita (41) salah satu perwakilan emak-emak kepada detikcom.

"Kami sudah berulangkali menyerahkan data keluarga sebagai syarat penerima bantuan, tapi sampai sekarang ini belum ada realisasi bahkan dinyatakan tidak terdaftar," ujar Retna menambahkan.

Menurutnya di Desa Cikijing masih banyak masyarakat kurang mampu baik itu janda maupun lansia pengangguran yang belum menerima bansos. Untuk itu Ia dan 45 warga lainnya mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan hal tersebut.

"Masyarakat banyak yang belum menerima bantuan. Padahal disini (Desa Cikijing) banyak yang kurang mampu, ada janda yang tidak berpenghasilan, sampai lansia tanpa pekerjaan," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Mimin Rukmini (39). Kata Mimin masih banyak bantuan yang diberikan justru ke penerima yang tidak sesuai sasaran.

"Bahkan banyak warga yang mampu malah dapat bantuan, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial terutama warga yang sangat membutuhkan. Ada warga yang sudah mengajukan bantuan lima tahun lalu tapi sampai sekarang belum dapat," jelas Mimin.

Kedatangan puluhan emak-emak ini kemudian diterima oleh perangkat Desa Cikijing. Pamong Desa Cikijing Asep menjelaskan saat ini pihaknya baru bisa menampung aspirasi dari warga yang datang mempertanyakan daftar penerima bansos tersebut.

"Berdasarkan informasi bahwa masih terdapat warga kurang mampu belum menerima bantuan baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa. Maka akan ditampung semua keluhan warga yang diupayakan akan menjadi prioritas pada program bantuan sosial selanjutnya," singkat Asep.

(mud/mud)