Merdeka dari Pandemi Melalui Ikhtiar Lintas Agama

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 19:05 WIB
Umat Buddha tengah merayakan Hari Raya Waisak tahun Buddhis atau 2021. Sejumlah umat Buddha pun mendatangi Vihara Tanda Bhakti, Kota Bandung, untuk beribadah.
Suasana umat Budha bagi-bagi makanan kepada warga muslim. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 ada di depan mata, tetapi pandemi COVID-19 belum juga mereda. Lalu kapan kita akan merdeka dari virus Corona yang sudah satu setengah tahun melanda?

Pertanyaan itu dijawab lewat aksi nyata yang dilakukan Theresia Yunita Tan, salah seorang relawan KILLCOVID. Sebuah komunitas lintas agama yang berperang dalam melawan pandemi COVID-19. KILLCOVID sendiri merupakan akronim dari Komunitas Indonesia Lawan Libas Corona Virus Disease.

"Bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), nah pengurus di KILLCOVID itu lintas agama, kami bergerak bersama aktivis lintas agama dari Budha, Hindu, Protestan dan Katolik juga," ujar Yunita saat dihubungi detikcom, Senin (9/8/2021).

Salah satu kegiatan yang dilakukan KILLCOVID yaitu mengatasi pandemi dengan memperluas cakupan dan edukasi tentang vaksinasi. Berbagai kalangan telah mendapatkan vaksin mulai dari penyandang disabilitas, pedagang di Pasar Baru Bandung hingga masyarakat umum lainnya.

Tercatat saat ini sudah lebih dari 10 ribu masyarakat Bandung yang telah divaksinasi di sentra vaksinasi KILLCOVID. Yunita mengatakan, tak hanya vaksinasi, komunitas yang berpusat di Jakarta dan lima kota ini juga bergerak dalam mencari informasi ketersediaan rumah sakit.

"Waktu informasi rumah sakit sedang kolaps banyak orang yang mencari tempat perawatan di mana, kami juga membantu informasi yang masih ada tempat, yang masih ada bed untuk menerima pasien covid," tutur Yunita.

"Kami tetap berpegang teguh pada harapan, meski pun di dalam kondisi ini ada segelintir orang yang tak bertanggung jawab, memanfaatkan situasi covid untuk kepentingannya pribadi," imbuh Yunita.

Warga Hitung Stok VaksinYunita (berbaju merah) sedang melakukan penghitungan stok vaksin melalui database di ruang asisten vaksinator (Foto: dokumentasi Ignatius Yunanto)

Selain KILLCOVID, Universitas Muhammadiyah Bandung juga menyediakan fasilitas kampusnya sebagai sentra vaksinasi. Di dalam sentra vaksinasi tersebut, sebanyak 3.000 orang yang berasal dari komunitas lintas agama mendapatkan vaksin.

Ketua Forum Guru Besar Muhammadiyah Jabar Mahmud Syafei menuturkan vaksinasi massal merupakan keinginan secara kolaborasi untuk menyelesaikan pandemi COVID-19 dengan baik.

"Angka penularan COVID-19 saat ini bukannya berkurang, melainkan malah bertambah. Oleh karena itu, vaksinasi adalah keniscayaan saat ini karena kita masih ada dalam situasi pandemi COVID-19," ucapnya.

Sementara itu, Umat Buddha dari Vihara Tanda Bhakti (VTB) membagikan sekantong makanan kepada masyarakat di sekitar jalan Vihara, Kelenteng Kota Bandung pada 26 Mei 2021. Ketua Jaringan Kelompok Antar Umat Beragama (Jakatarub) Wawan Gunawan mengatakan penuntasan pandemi COVID-19 bukan masalah sekelompok komunitas agama, tetapi merupakan masalah kemanusiaan. Menurutnya, setiap pemuka agama memiliki tanggung jawab memberikan pencerahan soal pandemi.

"Semua agama harus terlibat dalam menanggulangi covid ini, tokoh-tokoh agama harus memberikan pemahaman beragama yang lurus. Saya kira semua kelompok bisa membantu pemerintah dalam penanggulangan covid, pandemi ini harus saling merekatkan," kata Wawan.

Pemprov Jabar juga menggelar acara doa bersama lintas agama untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat, 13 Juli 2021. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut doa bersama ini penting untuk memberikan semangat kembali kepada masyarakat di masa pandemi.

"Oleh karena itu kita titip, kita kirimkan doa kita kepada 70.000 pasien-pasien yang sedang merawat diri di rumah-rumah. Kita haturkan doa kita menembus langit untuk menguatkan hati dan mental kepada perawat tenaga kesehatan dan pahlawan-pahlawan yang hari ini, jam ini, menit sedang bergerak untuk menyelamatkan nyawa manusia," kata Ridwan Kamil.

(yum/bbn)