2 Pekan Berlalu, Pembunuh Penjual Sekoteng di Sukabumi Masih Buron

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 11:12 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
(Foto: andi saputra)
Sukabumi -

Jeni (47) terkapar bersimbah darah usai ditusuk senjata tajam oleh pria yang berselisih paham di gang kecil menuju arah pulang depan rumahnya di Ciaaat, Sukabumi. Dua pekan berlalu pelaku pembunuhan Jeni belum berhasil ditangkap polisi.

Geger kematian penjual sekoteng itu bahkan sempat viral di media sosial, ironisnya kematian Jeni disaksikan langsung oleh Aidah sang istri. Sebelum tewas diketahui Jeni berselisih paham hingga ditampar oleh pria pelaku pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Yanto Sudiarto belum merespons konfirmasi detikcom soal perkembangan kasus pembunuhan tersebut.

Meski begitu, pada wawancara sebelumnya Yanto menyebut terduga pelaku saat ini masih dalam pengejaran anggotanya.

"Kejadian sekitar pukul 18.30 WIB, di Jalan Raya Cibatu, Desa/Kecamatan Cisaat tepatnya di seberang Pasar Induk Cibatu. Korban bersama temannya akan berjualan. Saat di dalam gang mereka berpapasan dengan pelaku yang menggunakan sepeda motor," kata Yanto kepada detikcom, Minggu (18/7) silam.

Saat itu terjadi selisih paham. Saat itu pelaku sempat pergi meninggalkan korban sampai tidak lama kemudian ia kembali membawa senjata tajam jenis samurai dan langsung menusuk perut korban.

"Korban langsung terkapar selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Kami lakukan juga visum untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban, untuk pelaku sendiri saat ini sudah dalam pengejaran," ungkap Yanto.

Sebelumnya Aidah (40) istri korban mengaku sempat menahan rasa geram dengan perbuatan pelaku, aksi tragis yang dialami suaminya Jeni terlihat oleh kedua matanya. Aidah bahkan berusaha menghentikan perbuatan pelaku yang dengan kejinya menghunuskan samurainya ke tubuh suaminya.

"Dia datang dengan membawa samurai, yang langsung ditusuk ke perut suami saya," ucap Aidah kepada wartawan, air matanya berlinang.

Aidah membenarkan kronologi yang diungkap polisi, menurutnya antara suaminya dan pelaku sempat terlibat cekcok hanya gara-gara berpapasan di gang kecil. Pelaku emosi bahkan sempat menampar suaminya.

Kondisi gang kecil dan hanya bisa dilalui oleh satu motor, akhirnya suami saya mengalah dan mundur kembali lalu mempersilahkan motor yang dipakai si pelaku melintas.
Saat dia (terduga pelaku) lewat, dia langsung menampar suami saya," ucap Aidah.

Aidah melanjutkan, karena tak terima perbuatan terduga pelaku, korban melawan hingga sempat terjadi perkelahian, yang akhirnya dilerai oleh warga.

"Setelah dipisah oleh warga, dia tetap memaki suami saya, bahkan sempat mengancam suami saya, sampai akhirnya terjadi (penusukan)," pungkas Aidah.

(sya/mud)