Round-Up

Misteri Gerombolan Orang di Balik Kisah Viral Nenek Penjual Gula 'Dirazia' Satpol PP

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 07 Agu 2021 11:39 WIB
Viral kisah nenek dagangan nenek di Sukabumi dirampas gegara tak bermasker
Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi -

Mak Iyom (55), warga Kampung Manggis, RT 3 RW 1, Desa Cimanggis, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi mendadak viral setelah kisahnya dirazia karena tidak pakai masker dan tak bawa KTP diceritakan pemilik akun instagram vera.frima.

Dalam kisah yang diceritakan akun tersebut, gula merah yang dijual Mak Iyom sempat dirampas oleh petugas Satpol PP, namun belakangan Mak Iyom membantah cerita itu menurutnya yang merampas gula merah adalah gerombolan orang berseragam hijau dan putih.

"Kejadiannya seminggu sebelum puasa,, namun lokasinya di Jalan Cagak Cibiru, Cicantayan. Dihentikan oleh sekelompok orang katanya enggak bawa KTP enggak bawa masker," kata Mak Iyom, didampingi Yatman, putranya, Jumat (6/8).

Mak Iyom meyebut para pelaku perampasan itu berjumlah belasan orang, mereka menggunakan seragam berwarna hijau dan putih. "Mereka hanya menanyakan masker, kemudian KTP setelah itu gula diambil katanya buat bukti ke pimpinan. Setelah itu saya pulang aja kerumah jalan kaki," lirihnya.

Sebelum kedatangan awak media, keluarga Mak Iyom mengaku sudah lebih dulu didatangi oleh pihak Kecamatan Cicantayan untuk mengklarifikasi kejadian itu. Ia juga diperlihatkan gambar Satpol PP, kepada staf kecamatab Mak Iyom memastikan pelakunya bukan Satpol PP.

Pasca kejadian itu, Mak Iyom mengaku agak takut untuk berjualan. "Masih tetap jualan, tidak khawatir kejadian lagi hanya memang kadang suka keueng (takut)," lirihnya.

Camat Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi mengaku sudah melakukan penelusuran terkait kebenaran cerita dalam unggahan tersebut.

"Terkait postingan tersebut saya mencoba mengklarifikasi ke lapangan, ke anak-anak (Satpol PP) hari tadi itu tidak ada operasi masker. Kita punya 4 orang anggota Satpol PP yang dua orang standby di kantor dan hanya memantau di KUA (acara) pernikahan, satu orang sakit dan satu orang lagi ada kegiatan di sukabumi pertemuan ada rakor," kata Sendi.

Sendi memastikan cerita di akun vera.frima yang kemudian diunggah ulang oleh Sukabumi Today itu adalah hoax. Karena tidak didasari dengan fakta dari kisah yang diceritakan, terlebih tidak ada operasi razia karena saat ini pihaknya fokus ke penanganan bansos.

"Setelah kita pelajari dan selidiki ternyata informasi itu tidak benar hoax bahkan beberapa kali anak-anak mencoba mengklarifikasi baik ke media sosialnya termausk ke akun Vera, malah tidak dijawab sampai saat ini. Saya mempertanyakan informasi dari mana apakah benar, kalau benar sebutkan orangnya, lokasi dimana. Kalau tidak mohon diklarifikasi karena sudah membuat gaduh," jelas Sendi.

Sendi juga menyayangkan pemilik akun yang membuat cerita itu langsung mengunggah cerita tanpa mencari tahu kebenarannya dan melakukan konfirnasi kepada pihaknya.

"Salahmya dia sudah melayangkan mengupload tanpa ada konfirmasi klarifikasi ataupun melaporkan kepada kita terlebih kita tidak melaksanakan kegiatan itu dan tidak pernah melakukan itu," pungkasnya.

Kisah itu diviralkan oleh pemilik akun Instagram vera.frima dan akun grup Facebook Sukabumi Today. Kedua akun itu kini sudah menghapus unggahan berisi narasi yang disebut bersumber dari si nenek penjual gula, namun tangkapan layar postingan itu masih disebar oleh warganet lainnya.

"Terkutuklah BAPAK SATPOL PP yg merazia nene iniBeliau sudah renta pak, ko bisa2nya dg badan kekar,bapak tega "memalak" nenek ini dan mengambil dagangannya (fyi, emak ini jualan gula merah) karena gapake masker dan ga bawa KTP.

Padahal kan bapa bisa beri arahan atau bapa kasih masker atau alangkah lebih mulia bapak beli jualannya. Dan parahnya lagi bukan 1 atau 2 ikat aja yg diambil tapi 5 ikat, yg kalo terjual harganya 50 rb.

Daaaan mirisnya nene ini sempet meminta belaskasihan dr BAPAK SATPOL PP krn ini (jualan) punya orang lain, Dan BAPAK SATPOL PP cuman menjawab wios atuh mak nyuhunkeun kaikhlasana ti emak we (yg artinya ga apa2 lah nek minta keikhlasan dari nenek aja). Daripada sambil tangnnya meraba2 pinggangnya yg mungkin mencari "senjata") Dengan pasrah emak ini akhirnya pulang dengan membawa sisa jualannya,

Beliau cerita dg suara gemeteran doong dan mata berkaca-kaca, mungkin masih trauma

Sehat-sehat ya nek, insyaallah pasti rejeki nene akan dilipatgandakan," tulis akun vera.frima

Sebelum dihapus halaman akun Sukabumi Today sempat menuliskan penjelasan bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/8/2021).

"Kamis (05/08) Dagangan seorang nenek penjual gula merah dirazia oleh Satpol PP di Kecamatam Cicantayan. Informasi kronologis yang didapat, nenek tersebut dirazia karena tidak pakai masker dan tidak membawa KTP.

#sukabumitoday dari @vera.frima," tulis Sukabumi Today.

Simak juga 'Viral Pria Ngamuk-Rusak Banner PPKM di Sidoarjo, Ternyata ODGJ':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/ern)