Damkar Ciamis Evakuasi Kucing Liar yang Kerap Rusak Rumah Warga

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 14:49 WIB
Petugas mengevakuasi sejumlah kucing liar yang meresahkan warga
Petugas mengevakuasi sejumlah kucing liar yang meresahkan warga (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Petugas Pemdam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis menangkap sejumlah kucing liar yang meresahkan di Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Kucing liar tersebut diduga kelaparan karena sudah tidak dirawat oleh pemiliknya. Sehingga kucing yang berjumlah sekitar 5 ekor itu masuk ke rumah warga untuk mencari makan hingga merusak barang dan bagian rumah. Mulai dari kaca meja pecah hingga atap rumah banyak yang bolong. Sedikitnya ada 5 rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan ulah kucing liar yang kelaparan itu.

Kasub RU UPT Damkar Ciamis Iding Didi membenarkan pihaknya mendapat laporan dan telah menangkap dan mengevakuasi kucing liar yang meresahkan warga.

"Sudah kami tangkap 2 ekor kucing liar dan kami bawa ke kantor untuk kemudian kami serahkan ke BKSDA Ciamis. Menurut masyarakat sangat meresahkan karena sudah tidak ada pemiliknya," ujar Iding Didi, Jumat (6/8/2021).

Menurutnya, berdasarkan informasi warga kucing tersebut sering masuk ke rumah warga mencari makan. Selain itu juga sudah makan hewan ternak lain seperti burung, kelinci dan marmut. Mereka datang secara bergerombol.

"Kucing itu malam hari tidurnya juga di atas rumah sehingga atap rumah warga itu bolong-bolong, bagian atap (plafon) jebol karena diterjang kucing sehingga mengalami kerugian," ungkapnya.

Kepala Desa Baregbeg Owoy mengimbau kepada masyarakat yang mempunyai kucing jangan diliarkan karena meresahkan. Terutama ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan.

"Meja, kaca pecah karena kucing liar itu. Jadi kami imbau agar masyarakat yang merasa punya kucing jangan diliarkan," jelasnya.

Sementara itu, Rudiat, pemilik rumah, mengaku resah dengan kawanan kucing liar tersebut. Sebab sudah tiga kali menjebol plafon dan memecahkan kaca meja. Bukan hanya kerugian materi tapi juga membahayakan keselamatan.

"Karena kalau saat tidur apalagi punya balita sangat meresahkan dan membahayakan. Saya minta ketegasan aparat untuk memanggil para pemilik kucing," jelasnya.

(mud/mud)