Satgas Saber Pungli Tunggu Aduan Tindaklanjuti Dugaan Sunat BST di Karawang

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 14:18 WIB
Ilustrasi Subsidi Bunga
Foto: Ilustrasi (shutterstock).
Bandung -

Satgas Saber Pungli Jawa Barat bakal ikut menindaklanjuti dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Karawang. Satgas masih menunggu pengaduan dari masyarakat.

"Tentu kalau ada Dumas (pengaduan masyarakat) kita tindaklanjuti," ujar Kepala Bidang Data dan Informasi Satgas Saber Pungli Jabar M Yudi Ahadiat saat dikonfirmasi, Jumat (6/8/2021).

Yudi belum bisa memastikan ada tidaknya pengaduan yang masuk ke Satgas Saber Pungli Jabar. Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu.

"Nanti saya cek dulu apakah dumasnya sudah sampai," kata dia.

Seperti diketahui, Beredar video warga di Karawang mengaku bantuan sosial tunai (BTS) yang diterimanya dipotong 50 persen oleh oknum perangkat desa. Warga tersebut meminta Mensos Tri Risma Maharani turun tangan.

Video viral itu diunggah di Instagram @infokrw dua hari lalu, kemudian dibagikan banyak netizen Karawang. Dalam unggahan video berdurasi, 2 menit lebih itu, warga yang bernama Ade Munim, meminta Mensos Risma Tri Maharani untuk turun tangan, dalam pemotongan dana BST yang diterimanya.

Saat detikcom menelusuri ke lokasinya, warga bernama Ade Munim (42) mengakui mengalami pemotongan dana BST hingga 50 persen.

"Jadi, harusnya saya dapat Rp 600 ribu, tapi oleh perangkat desa dipotong jadi Rp 300 ribu," kata Ade yang bertempat tinggal di RT 03 RW 01, Dusun Pasir Talaga, Desa Pasir Talaga, Kecamatan Telagasari, Karawang, saat diwawancarai, Kamis (5/8/2021).

Lanjutnya, pemotongan itu terjadi pada Selasa (27/7) akhir bulan lalu, saat itu, ia dihubungi RT setempat untuk mengambil BST di kediaman RT, setelah mengambil BST sebesar Rp 600 ribu, ia lalu diminta Rp 300 ribu oleh perangkat desa, dengan alasan untuk sumbangan pasien COVID-19.

"Awalnya begini pak, waktu itu hari Selasa pengambilan BST yang Rp 600 ribu, waktu itu saya dikasih oleh pegawai pos 600 ribu, tapi di rumah RT, pas pengambilan uang itu, sisanya cuma 300 ribu, itu diambil oleh perangkat desa, dengan alasan buat bantuan yg kena covid-19," kata Ade yang bekerja sebagai seniman jalanan.

(dir/mso)