Panglima TNI Optimistis COVID-19 Akan Berakhir, Asal...

Nur Azis - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 17:13 WIB
Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa Barat
Foto: Panglima TNI dan Kapolri meninjau pelaksanaan vaksinasi di Sumedang (dok ist).
Sumedang -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto optimistis pandemi COVID-19 dapat segera berakhir di Indonesia asalkan seluruh komponen bangsa mau memperhatikan tiga hal ini. Apakah itu?

Dia menjelaskan pemerintah dalam mengendalikan pandemi COVID-19 menggunakan tiga strategi Protokol Kesehatan (Prokes). Pertama 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun), kedua 3T (testing, tracing, dan treatment) dan ketiga vaksinasi.

"Tiga hal ini (3M, 3T dan vaksinasi) penting kami disampaikan karena varian baru Delta penularannya jauh lebih cepat dibandingkan varian Inggris dan varian Wuhan, Cina, " ungkap Hadi Tjahjanto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di PT.Kahatex, Kabupaten Sumedang, Kamis (5/8/2021).

Hadi menyebutkan kasus COVID-19 varian Delta yang masuk ke Indonesia perlu diwaspadai dengan tiga strategi tadi lantaran tingkat penyebarannya yang begitu cepat. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Cilacap dimana tingkat reproduksi virusnya sudah mencapai 3,8 dan angka itu belum diintervensi.

"Sementara di Bandung kemampuan reproduksinya sudah mulai turun walaupun varian Wuhan sudah masuk ke kita," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga, menekankan akan pentingnya tracing sebagai upaya mengendalikan penyebaran COVID-19. "Dan yang terinfeksi tentunya langsung kita laksanakan Isoman, Isoter atau perawatan di rumah sakit," katanya.

Hadi mengungkapkan pihaknya optimistis pandemi COVIF-19 di Indonesia bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia bisa segera bangkit asalkan seluruh komponen masyarakat dapat menjalankan tiga strategi tersebut, yakni 3M, 3T dan vaksinasi.

"Seluruh komponen masyarakat memiliki peran sangat penting mulai dari kewajiban pribadi memakai masker, sampai punya kesadaran untuk mau di-tracing, dan termasuk kesadaran mau divaksinasi," pungkasnya.

(mso/mso)