Cerita Dinkes Banten Belanja Masker Rp 200 Ribu Per Lembar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 12:38 WIB
Woman with hands in latex glove holding protective medical white mask.
Ilustrasi masker (Foto: Getty Images/iStockphoto/Natasa Ivancev)
Serang -

Sebelum ada jeratan korupsi dalam pengadaan masker COVID-19 jenis KN95, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten ternyata pernah belanja masker yang harganya Rp 200 ribu per lembar saat masa pandemik. Hal ini terungkap di persidangan korupsi masker di Pengadilan Tipikor Serang.

Saksi pertama yang mengungkap itu adalah Khania Ratnasari yang bersaksi untuk terdakwa Lia Susanti dari Dinkes, Wahyudin Firdaus dan Agus Suryadinata dari PT Right Asia Medika (RAM). Ia mengatakan sebelum ada kasus markup dari Rp 70 ribu jadi Rp 220 ribu dan jadi temuan penegak hukum, pihaknya pernah membeli masker seharga Rp 200 ribu per lembar ke PT Berkah Medika Wibawatama (BMW).

"Semua masker untuk tenaga kesehatan, RSUD Banten, Labkesda dan jajaran dinas," kata Khania saat memberi kesaksian pada Rabu (4/8) kemarin.

Menurutnya, waktu itu PT BMW menyediakan 5 ribu masker dengan jenis KN95. Perusahaan itu juga jadi salah satu yang pertama menjadi penyedia di masa pandemi di Banten.

Saksi lainnya, Kepala Dinkes Ati Pramudji Hastuti, ternyata mengungkapkan hal yang sama. Dia mengakui bahwa sebelum PT RAM, perusahaan yang pertama mendapatkan tender pengadaan masker COVID-19 adalah PT BWM.

Ia mengatakan PT RAM diminta mengubah proposal penawaran dan menurunkan harga masker Rp 200 per lembar merujuk ke pengadaan PT BMW. Sebab, awalnya perusahaan itu menawarkan harga lebih mahal Rp 250 ribu per lembar.

"Pertama itu mereka membuat penawaran Rp 250 ribu, saya katakan turunin dong minimal sama dengan BMW yang sebelumnya Rp 200 ribu," ujarnya.

Tapi, kata Ati, yang jadi temuan BPKP soal adanya kelebihan pembayaran hanya ada di PT RAM. Ia tidak tahu kenapa tidak ada temuan dalam audit di pengadaan sebelumnya.

"Diaudit, hasilnya tidak ada temuan," ujar Ati.

Pada persidangan itu, Ati mengaku sebagai orang yang menyetujui perubahan harga masker KN95 dari awalnya Rp 70 ribu ke Rp 220 ribu per lembar. Perubahan itu dituangkan di Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan pada 26 Maret 2020.

Total anggaran di RAB itu Rp 115 miliar. Salah satu itemnya adalah pengadaan masker yang dikorupsi dan menjerat terdakwa Lia, Wahyudin dan Agus.

(bri/bbn)