Geger! Warga Bandung Barat Temukan Seratusan Koin Kuno Zaman Belanda

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 18:35 WIB
Uang Kuno Peninggalan Belanda
Uang peninggalan zaman Belanda yang ditemukan warga Bandung Barat. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

Seratusan keping koin kuno peninggalan zaman Belanda ditemukan warga Kampung Pangkalan Hilir, RT 2 RW 9, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penemuan koin kuno itu sontak menghebohkan warga setempat yang kala itu tengah menggali saluran sumber mata air panas alami di lahan kebun yang merupakan tanah carik desa. Tak disangka, ternyata ada segunduk koin kuno tersembunyi di balik batu berukuran besar.

"Awalnya kami sedang menggali di dekat mata air panas untuk pengembangan wisata. Ternyata saat mengeruk tanahnya, ditemukan banyak koin kuno," ucap Dedi Sutarya, salah satu warga yang menemukan koin kuno tersebut, kepada detikcom, Rabu (4/8/2021).

Ukuran koinnya berbeda-beda. Ciri paling mencolok dari koin kuno tersebut yakni terpatrinya tulisan "NEDERLANDSCH INDIE". Lalu ada pula koin yang bertuliskan aksara pegon atau abjad arab untuk menuliskan bahasa Jawa dan Sunda yang berbunyi "Seperempat Puluh Rupiah".

Sedangkan untuk nominalnya, ada koin yang bernilai 2 1/2 cent serta 1 cent, Tertera juga tahun pembuatan uang tersebut mulai dari paling tua yakni tahun 1837, kemudian tahun 1857, hingga yang paling muda yakni tahun 1915.

"Ada yang dari tahun 1837, sepertinya itu yang paling tua. Kalau jumlahnya mungkin sekitar 150 keping, cuma ada beberapa yang diambil warga buat dikoleksi katanya. Terus ada yang diambil Disparbud KBB juga," kata Dedi.

Uang Kuno Peninggalan BelandaUang kuno peninggalan Belanda yang ditemukan warga di Bandung Barat. Berdasarkan pantauan detikcom di sejumlah toko online Indonesia, uang 2 1/2 sen tahun 1915 ini dijual mulai Rp 35 ribu hingga Rp 255 ribu per koin. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)

Menurut Dedi tak ada warga maupun sesepuh kampung yang bisa memastikan mengapa koin kuno peninggalan Belanda ada di tanah yang mereka diami. Namun warga menduga koin kuno itu ada kaitannya dengan keberadaan bangunan bekas pabrik es di wilayah Desa Cimanggu yang dimiliki seorang warga Belanda.

Kemudian saat terjadi peralihan masa penjajahan dari Belanda ke Jepang kemungkinan pemilik pabrik es tersebut sengaja mengubur hartanya di lokasi tersebut. Sayangnya mereka belum menemukan benda yang diduga sebagai tempat menyimpan koin tersebut.

"Mungkin peninggalan seorang tuan tanah atau pemilik pabrik es di sini. Karena dulu di sini ada pabrik es dan rumah-rumah Belanda. Terus anehnya koin ini menggunduk, kalau sengaja dibuang kan nggak menggunduk dan nggak sebanyak itu. Tapi pastinya kita belum tahu," ujar Dedi.

Dia mengatakan sebetulnya penemuan koin di tempat tersebut pertama kali terjadi pada 2020. Namun saat itu koin yang ditemukan hanya beberapa puluh keping saja. Saat itu warga pun tak terlalu menghiraukan temuan tersebut.

"Sebetulnya waktu 2020 itu kita juga sedang menggali di sini dan menemukan juga koinnya. Cuma kita biasa saja, dan penggalian dihentikan dulu karena engga ada modal. Nah kita mulai lagi pas bulan Juli kemarin, ternyata koinnya masih banyak, dan sekarang kita terus gali sepertinya masih tersisa juga," tutur Dedi.

(bbn/bbn)