Soal Vaksin Booster Nakes, Pemkab Sumedang Fokus Herd Immunity Warga

Nur Aziz - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:57 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Sumedang -

Pemerintah Kabupaten Sumedang masih fokus dalam mengejar target herd immunity (kekebalan kelompok) melalui vaksinasi dosis 1 dan 2 kepada warga. Sementara vaksin dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan masih menunggu dari Pemerintah Pusat.

"Kita masih menunggu dari pusat tapi nanti dikirim, sekarang masih menunggu," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Seperti diketahui, Kementerian kesehatan telah menerbitkan surat edaran bernomor HK.02.01/I/1919/2021 pada 25 Juli 2021 tentang pemberian vaksin dosis ketiga bagi tenaga kesehatan.

Diakui Dadang, bahwa seluruh tenaga kesehatan di Sumedang belum menerima vaksin dosis ketiga (booster). Kendati demikian, dirinya telah mengajukan terkait vaksin tersebut dan masih menunggu sampai dengan saat ini.

"Belum, belum (belum menerima vaksin dosis 3) seluruh tenaga kesehatan belum," ujarnya.

Dadang menjelaskan Pemkab Sumedang saat ini lebih fokus dalam mengejar target herd immunity melalui vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua kepada warga.

"Target kita vaksin bisa selesai satu tahun makanya kita banyak melakukan akselerasi terkait vaksinasi ini," uajrnya.

Sementara terkait ketersediaan vaksin sendiri, kata Dadang, saat ini jumlahnya cukup terbatas. Meski demikian, dalam pemerataan vaksinasi ini ada sebuah aplikasi bernama SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik) yang mana Sistem ini akan mengintegrasi kebutuhan vaksin di suatu daerah.

"Aplikasi SMILE akan membaca berapa vaksin yang kita pakai, kebutuhannya berapa, itu akan dibaca di tingkat Provinsi. Jadi kalau ada pertanyaan apakah kita akan kurangan vaksin maka jawabannya tidak ada. Jadi nanti kalau kita sudah kekurangan vaksin maka akan disupply lagi dan suplly-nya dalam sebulan bisa dua kali," terangnya.

Dadang menyebutkan, jumlah vaksin yang tersedia saat ini ada sebanyak 1698 vial. Adapun jika ini terpakai maka dalam sistem SMILE akan terbaca dan secara otomatis akan dikirim kembali oleh pusat.

"Semisal kalau ini (1698 vial vaksin) terpakai, maka nanti akan dikirim lagi karena secara otomatis akan terbaca dalam aplikasi SMILE," pungkasnya.

Salah satu upaya dalam mengejar target herd immunity, Pemkab Sumedang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Kementerian dan Institusi Kampus berencana akan menggelar vaksinasi massal dengan target sasaran 70% penduduk di kawasan pendidikan, Kecamatan Jatinangor dan Tanjungsari.

Kabupaten Sumedang sendiri saat ini baru mencapai 15 persen dari target 935 ribu vaksinasi dosis pertama.

(mud/mud)