RK Dorong 24 Ribu Vaksinasi Sehari, Dinkes KBB: Kita Rancang Strategi

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:01 WIB
Sejumlah pedagang di Bandung menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di mal dan toko swalayan di Kota Bandung.
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung Barat -

Dinkes Kabupaten Bandung Barat tengah merancang strategi khusus untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi COVID-19 agar bisa selesai pada Desember 2021. Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau RK mendorong Pemkab Bandung Barat meningkatkan target vaksinasi harian dari 7 ribu hingga 8 ribu menjadi 24 ribu sasaran vaksinasi per hari.

"Terkait itu, saat ini kita memang sedang melakukan perencanaan strategi pelaksanaan vaksinasinya. Mudah-mudahan tantang tersebut bisa kita jawab," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Bandung Barat Nurul Rasyihan kepada detikcom, Rabu (4/8/2021).

Agar target vaksinasi 24 ribu sehari itu bisa tercapai, menurut Nurul, semua OPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat akan dilibatkan dengan Dinkes sebagai leading sektornya. "Pak sekda (sekretaris daerah) sudah menginstruksikan kita (Dinkes) bersama-sama semua SKPD merencanakan kegiatan vaksinasinya. Tapi tetap leading sektornya kami di Dinkes," tutur Nurul.

Vaksinasi di Bandung Barat selalu terkendala oleh ketersediaan stok vaksin yang terbatas. Terkait hal tersebut, Nurul menyebut pihaknya segera mendapatkan stok tambahan dari pemerintah pusat.

"Dari dirjen di Kemenkes menjamin ketersediaan vaksin bisa menunjang kegiatan vaksinasi kita. Saat ini stok vaksin kita sisa 100 dosis, tapi besok akan dapat kiriman 12 ribu dosis. Mudah-mudahan tidak ada kendala ke depannya," kata dia.

Dinkes meminta masyarakat untuk ikut berperan dalam melancarkan program akselerasi vaksinasi COVID-19 di Bandung Barat. Hal tersebut agar perencanaan yang sudah dilakukan tak berakhir sia-sia.

"Dengan kecepatan sekarang, dikhawatirkan vaksinasi baru selesai lewat tahun. Makanya kami mengimbau masyarakat untuk terlibat dalam program tersebut dengan mau divaksinasi," tuturnya.

"Untuk yang di pelosok seperti Gununghalu atau Rongga. Pelaksanaannya akan melibatkan perangkat desa dan kecamatan. Termasuk vaksinasi mobile seperti arahan pak gubernur," ucap Nurul menambahkan.

(bbn/bbn)