Petani Sawi Ngadu ke Mentan Gagal Panen, Ketua DPRD Sukabumi Carikan Solusi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 09:40 WIB
Ketua DPRD Sukabumi carikan solusi bagi petani sawi yang gagal panen
Ketua DPRD Sukabumi carikan solusi bagi petani sawi yang gagal panen (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sejumlah petani sawi di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan kondisi gagal panen yang mereka alami melalui sebuah video yang menggambarkan kondisi sawi mereka yang akhirnya terpaksa di rusak untuk melampiaskan kekesalan.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara mengunjungi lokasi tersebut pada Selasa (3/8/2021). Ia membenarkan petani sawi yang mengaku mengalami gagal panen pasca pemberlakuan PPMM, pihaknya akan mencarikan solusi untuk persoalan tersebut.

"Memang sewaktu melihat kondisi di lapangan, kami sangat prihatin. Karena dengan adanya pandemi Covid-19 di masa PPKM Level 3 ini, pastinya ada imbas dan dampak kepada sayuran yang ditanam oleh petani. Terlebih lagi, permintaan sayuran itu menurun. Bahkan untuk harga di pasaranya pun sampai nol rupiah. Makanya, tidak heran jika para petani merasa depresi sehingga mereka mencabut tanaman sawi yang tengah memasuki panen raya itu," kata Yudha kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Yuhda mendatangi lokasi bersama anggota Komisi IV DPR-RI Dapil Sukabumi, drh. Slamet, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Ketua Pemuda Tani Provinsi Jawa Barat dan Ketua Pemuda Tani Kabupaten Sukabumi serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Yudha juga sempat melakukan komunikasi dengan para petani sawi, mereka mengaku bahwa saat ini para petani di wilayah desa tersebut merasa depresi dan kecewa. Sehingga mereka membabat tanaman sawi yang hendak di panen. Untuk itu, Yudha berjanji akan mencari jalan keluar agar persoalan tersebut tidak terulang kembali. Untuk itu, dalam menyikapi persoalan tersebut perlu adanya pemikiran dari semua pihak.

"Hal ini, akan kami jadikan sebagai bahan agenda kerja kita baik di DPRD Kabupaten Sukabumi maupun di tingkat DPRD Provinsi Jawa Barat, untuk mencari jalan keluar atau mencari solusi dalam persoalan seperti ini," bebernya.

Dirinya menilai persoalan tersebut, diyakini bukan hanya terjadi di wilayah Kebonpedes saja. Tetapi di daerah lainnya juga diyakini mengalami hal serupa. Terlebih lagi, petani sayuran di wilayah Kabupaten Sukabumi ini cakupan sangat luas. Seperti di wilayah Selabintana, Kecamatan Sukabumi dan wilayah Pasirdatar, Kecamatan Caringin yang diyakini akan terkena dampak dari pandemi Covid-19.

"Ini yang sedang kita pikirkan dan nantinya pun pasti akan ada tindak lanjutnya. Selain itu, kedepannya juga akan diselenggarakan rapat secara khusus. Iya, yang terakhir pastinya petani yang terkena dampak itu harus mendapatkan prioritas bantuan sosial dari pemerintah dan ini perlu adanya peran serta dari kepala desa untuk melakukan pendataan yang valid. Seperti siapa saja yang harus mendapatkan manfaat dari bantuan itu. Hal ini, perlu disampaikan kepada pemerintah daerah dan harus dilakukan agar bantuan itu dapat tepat sasaran dan tepat guna," papar Yudha.

Yudha dan Ketua Pemuda Tani Provisni Jawa Barat dan Ketua Pemuda Tani Kabupaten Sukabumi, berencana akan membeli hasil panen sayuran tersebut.

"Iya, nanti setelah kita beli akan kita bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan langkah kepedulian kami untuk meringankan dari pada beban masyarakat, khususnya para petani di masa PPKM Level 3," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video sejumlah petani sawi mengaku mengalami gagal panen pasca pemberlakuan PPKM. Dalam video itu disebut, sawi tidak bisa dijual karena tidak berharga hingga petani memilih untuk membabat tanaman mereka.

"Assalamuallaikum, yang terhormat menteri pertanian Republik Indonesia. Inilah kisah para petani yang ada di Indonesia yang ada di Kabupaten Sukabumi, khususmya lagi yang ada di Desa/Kecamatan Kebonpedes. Inilah dampak PPKM, para petani sangat menjerit sekali, sehingga gagal panen di pasaran ga ada harganya 0 persen 0 rupiah. Tolong bapak menteri pertanian tolong perhatikan masyarakat yang kecil ini. Sebagian besar para petani inilah di babad habis, tidak ada harga serupiah pun. Tolong perhatikan, menamam ini dengan modal. Apalagi pupuk susah, pupuk langka. Inilah kisah para petani yang sangat menjerit sekali, merasakan pahitnya kehidulan ini apalagi dengan adanya PPKM Darurat, tidak cukup diberi sembako tidak cukup diberi BST tolong perhatikan ini pak menteri pertanian Republik Indonesia, salam hormat dari kami Kades Kebonpedes Dadan Aprandani," teriak suara pria dalam video tersebut.

(sya/mud)