PPKM Diperpanjang, Objek Wisata-Kafe di Bandung Belum Bisa Dine In

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 20:06 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Objek wisata di Kota Bandung hingga dine in di kafe dan restoran masih belum dapat dilakukan karena masih ada di level 4. Dengan demikian, relaksasi belum dapat dilakukan.

"Karena memang dari kebijakan Inmendagri masih seperti itu, kita tetap melakukan kebijakan sesuai Inmendagri yang ada," kata Oded dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (3/8/2021).

Begitupun dengan objek wisata yang masih dilakukan penutupan. "Iya, sama, betul," tambah Oded.

Sementara itu, terkait dine in di kafe dan restoran, kebijakannya masih ada di pemerintah pusat, meski Bad Occupancy Ratio (BOR) di Kota Bandung sudah turun dan di bawah 60 persen.

"BOR sudah menurun, sudah bagus, tapi variabel yang menentukan sebuah indikator tidak hanya BOR sehingga tetap untuk hari ini berdasarkan informasi terakhir saja dan sudah mendapatkan arahan dari Gubernur Jawa Barat variabel tadi masih pada level 4," jelas Oded.

Oded menegaskan, untuk regulasi PPKM Level 4 di Kota Bandung masih sama. "Secara regulasi sampai hari ini belum ada perubahan signifikan dari Inmendagri Nomor 22 dan 27," tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kepariwisataan Disbudpar Kota Bandung Edward Parlindungan mengatakan, denyut perekonomian di sektor wisata semakin lesu.

"Mereka sudah tidak beroperasi. Apalagi tempat wisata dan tempat hiburan sudah tidak beroperasi sejak 17 Juni 2021," kata Edward.

Edward mencontohkan, Kebun Binatang Bandung merupakan tempat wisata yang terdampak. Namun, Disbudpar Kota Bandung selalu berupaya mencari solusi yang terbaik dengan terus berkomunikasi ke berbagai pihak.

"Selama ini kita terus berkomunikasi dengan beberapa donatur dan berusaha menggugah masyarakat untuk bisa membantu kebun binatang melangsungkan kehidupannya," tuturnya.

Selain itu, tingkat keterisian kamar di hotel yang ada di Kota Bandung saat ini masih di bawah 10 persen. Hal ini mengindikasi terjadi penurunan angka wisatawan yang datang ke Bandung.

"Jelas ini sudah jauh dari kondisi kita tahun lalu, pada Juni, Juli, dan Agustus 2020. Tapi kalau sekarang memang dari bulan Juni bisa dilihat bahwa keterisian hotel di bawah 10 persen dan beberapa tempat di tujuan wisata ditutup. Jelas memang wisatawan tidak bisa hadir ke Kota Bandung," ungkapnya.

Disbudpar meminta para pelaku ekonomi untuk bersabar dan menahan diri. Karena sejatinya PPKM untuk kepentingan dan keselamatan bersama.

"Kalau kasus COVID-19 terus meningkat ini akan semakin memperburuk perekonomian. Tapi kalau kita sudah semakin baik levelnya, aktivitas kita akan sedikit dilonggarkan. Beberapa kegiatan bisa direlaksasi sehingga bisa menghidupkan kembali perekonomian.
Mari kita sama-sama menyikapi kondisi ini dengan seksama agar kita bisa lebih baik lagi ke depan," pungkasnya.

(wip/mud)