Daerah Minta Tambahan Vaksin, Ridwan Kamil: Bolanya di Pemerintah Pusat

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 13:49 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung Barat -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut saat ini Pemprov Jabar sudah tidak memiliki lagi stok vaksin COVID-19 yang bisa didistribusikan untuk berbagai daerah.

Pihaknya menyebut sudah menerima permintaan stok vaksin dari daerah-daerah di Jawa Barat. Permintaan tambahan vaksin tersebut kemudian disampaikan ke pemerintah pusat.

"Vaksin kita sudah mau habis. Sudah kita mintakan daerah-daerah, dan bolanya ada di pemerintah pusat. Pemerintah menjanjikan ada puluhan juta dosis akan datang di bulan Agustus ini," ungkap Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Padalarang, KBB, Selasa (3/8/2021).

Kang Emil menyebut beberapa daerah di Jawa Barat saat ini ada yang masih melaksanakan vaksinasi COVID-19, namun ada juga yang tidak lantaran kehabisan stok vaksin.

"Jadi permohonan sudah saya sampaikan tapi barangnya belum datang. Sekarang kita ada daerah yang masih berlangsung dan ada yang sudah habis. Jadi kondisinya seperti itu. Intinya provinsi sudah tidak punya stok lagi dan menunggu barangnya dari pusat," kata Kang Emil.

Menurutnya Presiden Joko Widodo memprioritaskan wilayah Bandung Raya untuk percepatan cakupan vaksinasi dengan alasan merupakan salah satu episentrum di Jawa Barat.

"Bandung raya sesuai arahan presiden itu diprioritaskan. Karena Jawa barat itu episentrumnya ada dua zona, zona Bodebek dan Bandung Raya. Vaksinasi di zona yang naik turun kasusnya tinggi itu diperbanyak," tutur Emil.

Sambil menunggu tambahan stok vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat, Kang Emil meminta daerah yang masih memiliki sisa stok vaksin untuk melakukan akselerasi vaksinasi COVID-19.

"Untuk Bandung Barat, target hariannya harus ditambah dari 7-8 ribu, jadi 24 ribu sasaran. Supaya di bulan Desember bisa selesai sebelum targetnya. Karena ada peran dari pihak ketiga juga yang melakukan vaksinasi," ujarnya.

Dia juga meminta agar ada pembenahan target vaksinasi harian di setiap Puskesmas yang ada di Bandung Barat. Sejauh ini, puskesmas baru mampu melakukan 50 vaksinasi COVID-19 dalam sehari.

"Saya pesan ke Plt Bupati, cek puskesmas yang targetnya 50 sehari, tolong dibenahi. Ajak klinik yang belum melaksanakan vaksinasi, rumah sakit juga. Semua harus dimanfaatkan," tutur Emil.

Melihat topografi Bandung Barat yang tak merata termasuk dari penyebaran penduduknya, Kang Emil juga meminta pemerintah daerah bisa melakukan vaksinasi secara mobile untuk menjangkau pelosok.

"Vaksinasi dengan mobil ke desa-desa, karena enggak semua wilayah di KBB ini perkotaan, kira-kira begitu. Tentunya partisipasi dari pihak ketiga sangat diharapkan untuk melakukan akselerasi ini, jadi target bulan Desember selesai vaksinasi bisa tercapai," ujarnya.

Selain itu, Kang Eml juga meyebut kasus COVID-19 di Jabar mulai melandai imbas dari PPKM darurat hingga level 4. Indikatornya yakni ada sejumlah daerah di Jawa Barat yang sebelumnya ada di Level 4 kini turun ke Level 3. Lalu ada satu daerah di Jawa Barat yang berada di Level 2 yakni Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya laporkan kasus setelah PPKM melandai. Bed Occupancy Rate (BOR) kita sekarang di 52 persen dari puncaknya bulan lalu 91 persen. Dan beberapa daerah masuk level 3 dari sebelumnya level 4," ungkap Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil saat meninjau vaksinasi di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Selasa (3/8/2021).

"Jadi kalau ditanya apakah PPKM ini berhasil, ya berhasil. Makanya sekarang pelan-pelan (daerah) tidak di PPKM Level 4 semua, walaupun masih ada beberapa (di Level 4)," kata Emil menambahkan.

Perihal perpanjangan PPKM Level 4 ini kebijakan tersebut bersifat proporsional. Artinya kebijakan tersebut akan terus berlangsung untuk daerah-daerah yang indikatornya belum membaik.

"PPKM itu proporsional. Ini akan terus berlangsung kepada daerah-daerah yang indikatornya masih relatif belum baik," jelas Emil.

(mso/mso)