Miris! Keluarga di Cianjur Huni Gubuk Reyot-Hanya Makan Singkong

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 17:08 WIB
Pilu keluarga di Cianjur huni gubug reyot hingga hanya makan singkong
Pilu keluarga di Cianjur huni gubug reyot hingga hanya makan singkong (Foto: Ismet Selamet)

Hanya lampu cempor dengan bahan bakar minyak tanah yang menjadi penerang. Sebab tak ada jaringan listrik ke rumah tersebut.

"Tidak ada listrik, tiap malam pakai lampu cempor untuk penerangan. Daripada dipakai untuk pasang dan biaya listrik, uangnya mending untuk makan sehari-hari," kata dia.

Tak hanya kondisi tempat tinggal, keadaan ekonomi membuat keseharian keluarga tersebut sangat memprihatinkan.

Penghasilan sang suami yang tak tentu lantaran hanya bekerja serabutan membuat keluarga tersebut sering tak punya beras untuk dimasak.

Akibatnya sering Iin dan kesembilan anaknya makan dengan singkong dan pisang untuk mengganjal perut yang lapar.

"Kalau ada uang beli beras, kadang minta ke tetangga. Sering juga makan singkong dan pisang," ungkapnya.

Ia mengaku sedih jika melihat anak-anaknya makan dengan singkong lantaran tak ada beras. "Bukan hanya sedih, kadang nangis lihat anak-anak masih kecil tapi harus hidup susah begini," ucapnya seraya meneteskan air mata.

Penampakan keluarga yang huni gubuk reyotPenampakan keluarga yang huni gubuk reyot Foto: Ismet Selamet

Dia menuturkan jika selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial seperti PKH ataupun BPNT. Sekali dia pernah mendapatkan bantuan tunai dari desa untuk bantuan COVID-19.

Namun uang tersebut hanya cukup untuk beberapa hari."Bantuan paling dari desa, baru pertama kalinya. Kalau PKH dan BPNT dari pemerintah pusat belum pernah," kata dia.

Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi keluarganya, terutama anak-anaknya yang masih kecil. "Saya berharap bantuan bukan untuk pribadi, tapi untuk anak-anak saya, kasihan mereka," tuturnya lirih.

Sementara itu, Kades Desa Cimenteng A Haris Suryadi, mengatakan pemerintah desa sudah melakukan pendataan untuk pengajuan membangun rumah seperti rutilahu, dan bedah rumah langsung diajukan ke Dinas Sosial untuk keluarga tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kabar dan kepastian.

"Diajukan sudah, mulai dari bantuan sosial hingga rutilahu. Tapi tidak kunjung masuk data dan ada kejelasan apakah dapat bantuan atau tidak," kata dia.

"Tapi untuk sehari-hari, kadang dari saya pribadi dan tetangganya sering membantu meskipun tidak seberapa. Saya berharap dari pemkab atau pusat ada bantuan untuk mereka," tambahnya.


(mud/mud)