Kembali Dibuka, Pasar Baru Bandung Masih Sepi Pengunjung

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 12:28 WIB
Bandung -

Kembali dibuka, kawasan pusat perbelanjaan Pasar Baru Trade Center Kota Bandung, Jawa Barat, masih terlihat sepi pengunjung.

Pantauan detikcom, Minggu (1/8/2021), sebelum masuk ke dalam kawasan pasar, pengunjung yang hendak masuk harus dicek suhu tubuh dan wajib menggunakan masker.

Sejumlah pedagang nampak sedang membuka kemasan pakaian di kiosnya dan merapikan barang dagangannya di atas meja. Terlihat juga sejumlah pembeli di kios milik pedagang. Rata-rata kios fashion yang banyak dikunjungi oleh para pembeli.

Selain itu, karena ada aturan ganjil genap dari pengelola pasar, hari ini kios dengan nomor genap saja yang buka. Sedangkan hari kemarin, kios dengan nomor ganjil yang buka.

Aturan itu, akan kembali dievaluasi setelah ada aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terbaru.

Salah satu pengunjung, Indri (23) mengaku, belanja di masa PPKM Level 4 harus mengedepankan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Belanja di masa PPKM gini mah harus pakai masker, bawa hand sanitizer dan tetap menjaga jarak. Kalau ada yang berkerumun dan tidak menggunakan masker harus saling mengingatkan," kata Indri kepada detikcom.

Kios yang banyak didatangi pembeli juga terlihat hanya di lantai dasar. Sedangkan di lantai satu atau dua masih terlihat sepi.

Sementara itu, salah satu pedagang Dur Jansen (48) mengaku senang, bisa berjualan lagi. "Ya senang banget, walaupun pengunjungnya sedikit. Ada aja yang belanja mah, cuman enggak banyak," kata Jansen.

Ia mengungkapkan selama PPKM, lebih banyak diam di rumah. Dia juga mencoba menjual barang dagangannya secara online, namun tidak terlalu laku.

"Nganggur aja, ada jalan online tapi beda ya, soalnya baru ngebangun juga jualan onlinenya," katanya.

Sejak berhenti berjualan sementara, Jansen mengaku mengalami penurunan pendapatan. "Normalnya dalam situasi kaya gini bisanya dapat Rp 6 juta, Rp 7 juta. Kalau kemarin, jualan online ada aja enggak banyak, sekitar Rp 500 ribu," jelasnya.

Menurutnya, jika tidak berjualan secara langsung dirinya mengaku repot. "Repot banget," ujarnya.

Untuk protokol kesehatan, pihaknya mengikuti imbauan pemerintah. "Ikutin peraturan pemerintah, pakai masker, hand sanitizer, cuci tangan juga, semuanya dilaksanakan," pungkasnya.

(wip/mso)