Belasan Burung Pipit Mati Misterius di Sukabumi dalam Sepekan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:54 WIB
Sejumlah burung pipit di Sukabumi mati misterius
Sejumlah burung pipit di Sukabumi mati misterius (Foto: tangkapan layar video)
Sukabumi -

Sebuah video matinya burung pipit secara misterius viral di tayangan YouTube. Di video berdurasi 55 detik itu memperlihatkan beberapa ekor burung mati disertai caption "Fenomena Alam Langka Burung-burung Mati".

Dari suara pria yang merekam video disebut peristiwa matinya burung itu terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam video terlihat beberapa ekor burung tergeletak begitu saja di satu lokasi.

"Fenomena alam langka, pagi-pagi pas keluar tiba-tiba lihat banyak burung mati entah kenapa. Banyak banget burung pipit mati guys, enggak tahu kenapa. Lokasi di Sukabumi, pada mati burungnya," ucap suara pria dalam video yang dibagikan akun Youtube 'Ganesha Adventure' seperti dikutip detikcom, Jumat (30/7/2021).

detikcom mendapatkan identitas perekam video tersebut, diketahui video itu diambil pada Kamis (29/7) pagi. Ahmad Yudha Ardiansyah sang perekam mengatakan peristiwa matinya burung pipit itu terjadi di Desa/Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

"Kronologinya hari Kamis jam 06.00 pagi, mau benerin air ke selokan. Terus kan di bawah rumah nenek itu ada kontrakan punya nenek saya, banyak anak-anak, aya naon (ada apa) kata saya. Mereka bilang ada burung mati. Ya sudah kata saya, karena saya pikir hanya satu. Lalu istri saya ke sana lihat, pas dilihat ternyata burung matinya ada 13 ekor," kata Yudha kepada detikcom.

Saat itu Yudha menceritakan ke neneknya perihal matinya burung pipit itu. "Saya cerita burung yang matinya banyak," katanya.

Bangkai burung pipit itu kemudian dibuang oleh asisten rumah tangga Yudha. Dia mengatakan khawatir ada virus atau bakteri lain ditambah masa pandemi COVID-19. "Bangkainya langsung dibuang sama asisten rumah tangga, dibilang ada yang Covid lah, ada yang itulah. Khawatir virus atau bakteri lain, kan lagi khawatir soal itu. Lalu dibuang lah sama asisten rumah tangga," ujarnya.

Saat itu Yudha juga mendengar cerita dari tetangganya, beberapa hari sebelumnya juga ditemukan burung pipit yang mati misterius.

"Saya dapat cerita juga katanya hari Selasa (26/7) ada yang mati 5 ekor masih di sekitar situ, ya sudahlah saya pikir palingan dari pestisida udah. Tadi pagi saya kaget lagi menemukan ada dua ekor burung lagi mati lagi di lokasi yang sama. Lihat-lihat ke atas ada kabel listrik mungkin karena kesetrum menclok mati, enggak ada ternyata," tutur Yudha.

Dia sengaja merekam fenomena tersebut untuk memastikan penyebab kematian burung-burung pipit. "Tujuan saya nge-share saya ingin tahu kenapa matinya, kemudian di tempat lain, sama nggak sih kayak gini. Ketika dengar dari tetangga, Selasa ada yang mati lima, terus Kamis mati 13 dan tadi mati dua, waswas. Pertama, takut flu burung. Kedua, takut Covid atau airnya tercemar, karena saya juga punya kolam, takutnya saya makan ikan dikonsumsi," tuturnya.

Meski tidak bersentuhan langsung, Yudha memastikan burung-burung itu mati bukan akibat senapan buru. Ia menyebut tidak ada luka di tubuh burung. "Soalnya enggak ada lubang peluru. Kalau ada lubang peluru ada bercak darah," katanya.

Lokasi penemuan bangkai burung pipit itu juga saling berdekatan. Bangkai itu tergeletak begitu saja tidak beraturan.

"Masing-masing berkumpul di situ saja, ada dekat tangga tapi lokasinya sama," ucap Yudha.

Lihat juga video 'Polisi Amankan 2.083 Ekor Burung Selundupan di Pelabuhan Merak':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)