Dadang-Sahrul Gunawan Isyaratkan Pecah Kongsi, Ini Kata Pengamat

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 21:11 WIB
Curhatan Wabup Bandung Sahrul Gunawan.
Dadang-Sahrul saling sindir di medsos (Foto: Tangkapan layar)
Bandung -

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan dan Bupati Bandung Dadang Supriatna saling menyindir di media sosial. Situasi ini diduga dipicu masalah pembagian tugas.

Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi mengatakan, terkait saling sindir di medsos antara keduanya harus dikonfirmasi dahulu akar penyebabnya.

"Sebenarnya pertama-tama harus dikonfirmasi kepada kedua tokoh ini, tetapi kalau membaca postingan keduanya tampak saling bersaut. Karena saling bersaut, maka publik menghubungkan itu sebagai peristiwa saling sindir," katanya via sambungan telepon, Kamis (29/7/2021).

"Meskipun nantinya akan dibantah (tidak saling sindir), tapi substansinya seperti itu," tambahnya.

Karim menilai hal ini biasa terjadi, apalagi di masa pandemi COVID-19 saat ini yang di mana komunikasi banyak dilakukan secara virtual.

"Saya tidak kaget melihat peristiwa ini, karena dua alasan pertama fakta bukan madu pemimpin terpilih ini semakin singkat. Kedua, di tengah situasi menekan ini pertemuan antar kedua tokoh makin jarang dan selalu virtual itu hilangkan chemistry, sebab bagaimanapun pola komunikasi yang dijalani oleh seseorang akan berpengaruh terhadap suasana hati dan kedekatan orang-orang itu. Ketiga, bisa dipicu alasan teknis, apakah misalkan kesalahpahaman pembagian tugas atau ketidaksetujuan atas kebijakan yang diambil dan bisa juga partisipasi yang terhambat," ujarnya.

Meski demikian, Karim menyebut hal tersebut seharusnya tidak terjadi di tengah penanganan pandemi COVID-19.

"Itu contoh buruk, berpikir yang etnosentrik dan egosentrik. Itu bukan hanya berdampak buruk bagi jalannya pemerintahan tapi berdampak buruk bagi kepatuhan terhadap protokol kesehatan, aturan pembatasan dan berbagai penanganan lainnya. Karena mereka menunjukan berpikir sendiri-sendiri, kalau pejabatnya berpikir sendiri-sendiri mengapa masyarakatnya harus tunduk akan aturan yang dibuat pemerintah," sebutnya.

Karim kembali menegaskan, di tengah penanganan pandemi COVID-19 ini, jika terjadi egosektoral antara bupati dan wakil bupati maka jangan harap jika masyarakat akan tunduk terhadap aturan.

"Kalau bupati dan wakil bupati memikirkan diri sendiri mengapa masyarakat haris tunduk terhadap aturan pemerintah, toh masyarakat memiliki kepentingan sendiri-sendiri," ungkapnya.

"Kalau contoh yang dipikirkannya secara egosektoral jangan harap masyarakat mematuhi aturan, mematuhi himbauan untuk taat prokes, untuk diam di rumah atau untuk patuh atas pembatasan yang diberlakukan. Jadi ini bukan hanya menghambat jalannya pemerintahan, tapi merupakan contoh buruk bagi masyarakat disaat kita membutuhkan kebersamaan dan empati untuk menghadapi wabah dan dampaknya," tambahnya.

Karim menuturkan, Sahrul Gunawan harus segera bertemu dengan Dadang Supriatna dan memperbaiki komunikasinya.

"Tidak ada cara lain, kecuali mereka berbicara dari hati ke hati, membaca Undang-undang apa tugas dan kewenangan Bupati dan tugas dan kewenangan wakil bupati. Memang bupati dan wakil itu tidak bisa disamakan, bagaimana pun punya tugas dan kewenangan, tapi kebersihan komunikasi sama-sama manusia, sama-sama menghargai dilibatkan itu sesuatu yang penting meski komunikasi tidak akan membuat sama sesuatu yang berbeda," tuturnya.

"Mereka harus bertemu, membaca kembali, merefleksi kembali apa niat awal mereka membentuk koalisi, memeriksa kesepakatan yang dibuat dan mereka bercermin pada janji kampanye. Sebab dalam diam sekalipun, dalam tekanan pandemi sekalipun masyarakat itu menagih, menuntut janji," sebutnya.

Selain itu, masyarakat juga ingin melihat kebersamaan antara bupati dan wakil bupati guyub untuk membangun Kabupaten Bandung, bagaimanapun kondisinya.

"Apalagi pada situasi serba sulit yang ingin dilihat masyarakat bagaimana dua tokoh itu hadir bersama membangun kebersamaan, kekompakan sebagai kekuatan bersama untuk hadapi COVID-19 bukan malah memperlihatkan sesuatu yang kesannya berbeda, terpecah dan lain-lain, jika itu dibiarkan akan melemahkan imun dan masyarakat akan berpikir ego sektoral" pungkasnya.

Lihat juga Video: Sahrul Gunawan, dari 'Jin dan Jun' Kini Jadi Wabup Bandung

[Gambas:Video 20detik]




(wip/mud)