Ridwan Kamil Minta Pusat Kirim Vaksin COVID-19 Minimal 3 Juta Dosis

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 17:22 WIB
The hands in blue glove of the scientist hold the processor
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat untuk mengirimkan minimal tiga juta dosis vaksin COVID-19 pada Agustus mendatang. Permintaan itu untuk mempercepat progres vaksinasi.

"Kapasitas kita 110 ribu per hari, untuk mengejar target vaksinasi Desember kita perlu naik 300 ribuan per hari. Kita minta minimal tiga juta vaksin untuk disiapkan pemerintah pusat Agustus," ujar Ridwan Kamil dalam JAPRI dari Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (28/7/2021).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, saat ini Pemprov Jabar tengah menggeber vaksinasi dengan menggelar sentra vaksinasi di berbagai dan menjadikan ambulans sebagai mobil vaksinasi. Sebab jika hanya mengandalkan infrastruktur negara yang telah ada (eksisting) akan memakan waktu lama.

"Daerah yang paling bagus itu ada korelasi antara vaksinasi yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah, yakni Kota Cirebon dan Kota Bandung. Daerah yang masih harus ditingkatkan Kabupaten dan Kota Tasik, Banjar, Sukabumi itu persentasenya agak rendah," kata Kang Emil.

Ia pun memberikan pesan khusus kepada orang yang menyebarkan isu hoaks terkait vaksinasi COVID-19. Ia akui seseorang yang telah divaksinasi masih berpotensi terpapar, tetapi tingkat paparannya tak akan separah orang yang belum divaksinasi.

"Jadi vaksin itu buat para denial, buat yang suka menyebarkan isu hoaks vaksin itu seperti payung ya, kecipratan masih ada, tapi enggak basah kuyup. Yang pakai vaksin masih kena tapi paparannya tidak separah mereka yang belum (divaksinasi)," ujar Kang Emil.

Berdasarkan data yang ditampilkan laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), saat ini angka vaksinasi dosis 1 telah mencapai 5.618.449 dan dosis 2 telah mencapai 2.608.721. Angka vaksinasi itu termasuk vaksin untuk lansia, petugas publik, SDM Kesehatan, masyarakat umum dan usia 12-17 tahun.

(yum/mud)