Dinkes Kota Cirebon Ungkap Seribuan Pasien COVID Tak Tertampung Isolasi

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 12:38 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi (Foto: Getty Images/loops7)
Cirebon -

Kasus pasien positif COVID-19 di Kota Cirebon, Jawa Barat, masih melonjak. Pemkot Cirebon pun berupaya memenuhi kebutuhan tempat isolasi bagi pasien COVID-19.

Saat ini Pemkot Cirebon telah bekerja sama dengan dua hotel yang digunakan untuk tempat isolasi pasien COVID-19, yakni Onos dan Langensari. "Onos bisa menampung 100 pasien. Sedangkan Langensari bisa menampung 80 pasien COVID-19 tanpa gejala," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon Edy Sugiarto kepada detikcom melalui sambungan telepon, Rabi (28/7/2021).

Edy menerangkan Hotel Langensari mulai bisa digunakan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 pada 1 Agustus mendatang. Selain hotel, Pemkot Cirebon juga bekerja sama dengan RS Budi Luhur sebagai tempat isolasi. Dan, memanfaatkan bekas kantor BKKBN Kota Cirebon untuk isolasi pasien COVID-19.

Kendati demikian, Edy mengaku Kota Cirebon masih kekurangan tempat isolasi. Ia menyebutkan lebih dari seribu pasien COVID-19, baik yang bergejala maupun tidak belum bisa tertampung.

Dikutip dari laman covid19.cirebonkota.go.id, total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Cirebon hingga Selasa (27/7/2021) mencapai 10.701 orang. Sebanyak, 1.995 pasien masih menjalani perawatan dan isolasi. Selebihnya sembuh, dan 414 pasien meninggal dunia. Pada Selasa kemarin, sebanyak 128 terjadi penambahan sebanyak 128 pasien yang positif COVID-19.

"Yang masih isolasi banyak. Kemudian, seluruh rumah sakit di Kota Cirebon itu kapasitasnya bisa menampung sekitar 600 pasien, ditambah tempat isolasi lain. Jadi, masih sekitar seribuan yang berkeliaran atau liar, ada yang isolasi di balai pertemuan kampung (baperkam), keluarga masing-masing dan lainnya," kata Edy.

"Kalau untuk laporan adanya pasien yang meninggal saat isolasi di hotel tidak ada. Untuk di rumah masing-masing (meninggal dunia) ada, beberapa minggu kemarin itu ada enam yang dilaporkan meninggal. Data pastinya lupa. Tapi yang isolasi di rumah kita pantau melalui petugas puskesmas. Memang karena overload di rumah sakitnya, jadi pas mengalami perburukan dan tak sempat tertangani saat mau dibawa ke rumah sakit," kata Edy menambahkan.

Edy juga mengapresiasi usulan pimpinan DPRD Kota Cirebon terkait pemanfaatan gedung DPRD menjadi tempat isolasi. Usulan tersebut sejatinya bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan tempat isolasi.

"Ya itu usulan dari beberapa DPRD. Kalau dilihat secara umum butuh," kata Edy.

Edy juga berharap adanya dermawan yang bisa membantu penanganan isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. "Ya syukur-syukur ada orang kaya, atau pengusaha asal Cirebon yang secara sukarela menyediakan rumah kosong untuk tempat isolasi. Kondisi saat ini, bantuan apapun dibutuhkan untuk menangani pandemi," kata Edy.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitria Pamungkaswati mendukung agar gedung DPRD menjadi tempat isolasi. Menurutnya, gedung DPRD ideal untuk dijadikan tempat isolasi.

"Ya sekarang mengingat dan menimbang pemda ini keuangannya kan sudah kolaps. Jadi kalau di sini mending aja. Sudah ready. Tinggal tambah ekstra bed. Untuk teknis bisa dibicarakan. Pada prinsipnya mendukung, tergantung pemda," kata politikus PDI Perjuangan itu.

(mud/mud)