Sejumlah Makam COVID-19 Pondok Rajeg Berada di Bibir Jurang Ciliwung

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 28 Jul 2021 12:03 WIB
Bogor -

Lahan pemakaman khusus COVID-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, saat ini kondisinya sudah kritis. Sejumlah makam terlihat sudah mendekati bibir jurang Sungai Ciliwung yang mengelilingi lahan pemakaman.

Pantauan di TPU Pondok Rajeg, lokasi pemakaman khusus COVID-19 berada di sisi pojok kiri TPU Pondok Rajeg. Letaknya satu area dengan pemakaman umum warga, namun dipisahkan di blok yang berbeda.

Sekadar diketahui, TPU Pondok Rajeg merupakan lahan pemakaman yang di dalaman ada blok makam khusus pahlawan, blok makam warga sekitar dan blok khusus makam untuk jenazah yang dimakamkan dengan prokes COVID-19. Di lokasi pemakaman khusus COVID-19 Pondok Rajeg tampak beberapa makam baru, dengan ciri tanah masih merah dan bunga tabur yang masih segar.

Lahan pemakanan khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg Kabupaten Bogor mulai menyempir. Berikut foto-foto terkininya!Lahan pemakanan khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg Kabupaten Bogor mulai menyempit. (Foto: M Sholihin/detikcom)

Ada sekitar 10 makam kosong yang disiapkan untuk jenazah COVID-19. Posisinya berada di ujung lahan yang tidak rata dan sedikit berbukit. Beberapa makam bahkan berada di bibir jurang yang di bawahnya merupakan aliran Sungai Ciliwung.

Timelapse Sentinel-2 menampilkan citra satelit berupa area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg. detikcom membandingkan gambar lahan makam tersebut pada rentang waktu tiga tahun atau sampelnya pada Juni 2019, Juni-Juli 2020 hingga April 2021. Citra Sentinel-2 ini memunculkan perubahan bentuk lahan dari waktu ke waktu tersebut, terlihat sebelumnya dipenuhi pepohonan kemudian berubah jadi tanah lapang untuk area makam jenazah COVID-19.

Makam COVID-19 di Pondok Rajeg BogorCitra satelit menampilkan lahan makam khusus warga terpapar COVID-19 (lingkaran merah) di TPU Pondok Rajeg Bogor. (Gambar: tangkapan layar Sentinel Hub)
Makam COVID-19 di Pondok Rajeg BogorCitra satelit berupa perbandingan perubahan bentuk lahan di area makam khusus warga terpapar COVID-19 di Pondok Rajeg Bogor. (Timelapse Image: Sentinel Hub)

Penanggung Jawab Pemakaman Khusus COVID-19 Kabupaten Bogor Muhamad Atang Rahmat mengatakan lahan pemakaman khusus ini kondisinya kategori kritis. Beberapa makam, menurut Atang, sudah mendekati bibir jurang yang di bawahnya merupakan aliran Sungai Ciliwung.

"Kalau perluasan, memang pemakaman khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg itu butuh perluasan. Tapi mau diperluas kemana lagi, karena kita ini (lahan pemakaman khusus COVID-19) dikelilingi sungai, batas di timur itu sudah pemukiman warga," kata Atang, Rabu (28/7/2021).

"Di lahan Pondok Rajeg itu sudah 600-an yang dimakamkan dengan prokes COVID-19. Sekarang itu lahan pemakaman tersisa sekitar 3.000 meter, saya kira memang butuh perluasan. Butuh tempat lain," ucapnya.

Dari 14 TPU khusus COVID-19 di Kabupaten Bogor, lanjut Atang, TPU Pondok Rajeg merupakan lokasi yang paling banyak menerima jenazah yang dimakamkan dengan prokes COVID-19. Lokasi lainnya adalah TPU Cipenjo di Klapanunggal.

"Dari 14 TPU yang ada, yang paling banyak menerima jenazah Covid itu ya TPU Pondok Rajeg, karena melayani 4 kecamatan. Kemudian terbanyak kedua itu TPU Cipenjo, yang melayani Kecamatan Klapanunggal dan Gunungputri, nah Kecamatan Gunungputri itu kan penduduknya memang padat," ucapnya.

"Contoh kemarin (Senin), dalam sehari ada sembilan jenazah yang dimakamkan dengan prokes COVID-19. Dua minggu lalu itu bahkan sempat 24 jenazah dalam sehari di Pondok Rajeg," kata Atang menambahkan.

Lahan pemakanan khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg Kabupaten Bogor mulai menyempir. Berikut foto-foto terkininya!Lahan pemakanan khusus COVID-19 di TPU Pondok Rajeg Kabupaten Bogor. (Foto: M Sholihin/detikcom)

Dia menjelaskan lahan pemakaman khusus pasien COVID-19 memang perlu diperluas. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan angka kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Bogor.

"Kalau TPU Pondok Rajeg sudah tidak memungkinkan, kemudian di TPU Cipenjo dari total 5 lima, setengahnya sudah terpakai. Saya juga sudah mengajukan agar pemakaman di Gunung Sari itu dibuka untuk pemakaman Covid, itu lokasi di Citereup. Di situ belum ada pemakaman Covid, tapi lahan masih ada," tutur Atang.

(bbn/bbn)