Pilkades Pandeglang Ditunda Lagi, Calon Diimbau Tak Buat Kerumunan

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 14:07 WIB
Rakor Pilkades serentak di Pandeglang
Foto: Rakor Pilkades Pandeglang beberapa waktu lalu (Rifat Alhamidi/detikcom).
Pandeglang -

Gelaran Pilkades serentak di 207 desa Pandeglang, Banten dipastikan ditunda lagi dari rencana awal pada 8 Agustus 2021. Penundaan tersebut merupakan imbas diperpanjangnya PPKM untuk Pulau Jawa-Bali.

"Ya, sudah dipastikan diundur kembali untuk pelaksanaan Pilkades," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Doni Hermawan saat ditemui detikcom di Pandeglang, Banten, Selasa (27/7/2021).

Rencananya, kata Doni, gelaran pilkades akan ditunda dengan menentukan dua opsi tanggal pelaksanaan yaitu di tanggal 22 Agustus dan 29 Agustus 2021. Kedua tanggal itu akan disesuaikan kembali dengan kabupaten lain yang juga menggelar Pilkades.

"Ada dua tanggal yang sudah kami kunci, tapi itu harus dikoordinasikan dulu dengan kabupaten lain. Soalnya dari hasil rapat koordinasi, ada permintaan dari pihak kepolisian supaya tanggalnya tidak sama dengan daerah lain. Karena masalahnya nanti bentrok dengan kekuatan pasukan yang akan diterjunkan pas Pilkades," ungkapnya.

Doni mengimbau para calon kades untuk menahan diri dan tidak menimbulkan kerumunan di lingkungan masyarakat. Pasalnya, dia tak memungkiri banyak laporan para calon kerap mengadakan acara makan bersama atau babacakan dengan warga yang tentunya berpotensi menimbulkan klaster baru COVID-19.

"Jadi gini, kondisi sekarang itu kita tidak bisa memungkiri untuk pengumpulan massa, masih banyak di lapangan. Tadi juga dibahas soal babacakan temen-temen kita di desa, tapi kan kita sulit mengatur mereka untuk tidak berkumpul," tuturnya.

"Sebetulnya itu tidak boleh, secara prokes di aturan PPKM kan enggak boleh mengumpulkan massa. Makanya kalau bisa saya berharap tidak banyak berkumpul karena sesuai arahan dari presiden bahwa untuk PPKM tidak boleh banyak kerumunan di lingkungan masyarakat," ujarnya.

(mso/mso)