Bocah Putus Sekolah-Jual Gorengan, Ini Respons Disdik Kabupaten Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:11 WIB
Bocah Salma Penjual Gorengan di Sukabumi
Foto: Salma, penjual gorengan di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom).
Sukabumi -

Salma Fauziah (13), bocah penjual gorengan yang terpaksa putus sekolah karena penghasilan orang tua terdampak pandemi mendapat respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Mereka membenarkan pandemi juga berdampak pada dunia pendidikan, terutama masalah pembelajaran yang hingga saat ini masih harus menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Sukabumi Khusyairin menuturkan pihaknya sudah berupaya melakukan antisipasi anak putus sekolah dengan beragam terobosan. Salah satunya program guru kunjungan.

"Ya, memang selama masa pandemi ada beberapa dampak terhadap pendidikan. Terutama masalah pembelajaran. Yaitu masih menyelenggarakan sistem pembelajaran jarak jauh. Untuk mengantisipasi anak putus sekolah kami di dinas pendidikan melalui program guru kunjung kami mengirimkan guru-guru ke rumah siswa untuk memberikan layanan pendidikan terbatas," kata Khusyairin melalui aplikasi perpesanan kepada detikcom, Senin (26/7/2021).

Dalam program itu, selain memberikan materi pelajaran, para guru juga ditugasi untuk memotivasi orang tua agar tetap menanamkan pendidikan putra putrinya di masa pandemi.

"Memberikan motivasi kepada orang tua agar tetap semangat membantu menanamkan pendidikan kepada putra putrinya di masa pandemi dan kalau ada keluarga yang benar-benar mengalami kesulitan dalam hal ekonomi kami berusaha membantu seperti mendaftarkan dalam program PIP, memberikan bantuan sembako dari keluarga besar pegawai disdik. Meskipun tidak seberapa namun Insya Allah membantu," ungkapnya.

Terkait Salma, Khusyairin mengatakan akan menugaskan tim ke lokasi. "Untuk anak (Salma) kami minta data dan alamatnya Insya Allah besok kami tugaskan tim ke lokasi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sudah setahun ini Salma Fauziah, bocah perempuan berusia 13 tahun asal Kabupaten Sukabumi, berjualan gorengan. Salma, yang seharusnya duduk di bangku SMP ini, terpaksa putus sekolah karena penghasilan ayahnya terdampak pandemi COVID-19.

Nurjanah (53), ibu sambung Salma, mengatakan sang putrinya selama ini memiliki keinginan berjualan tanpa disuruh atau dipaksa. Bahkan, saat duduk di bangku SD, Salma terbiasa membawa gorengan ke sekolahnya untuk dijual. Ia berjalan kaki menenteng keranjang berisi gorengan berangkat dari kediamannya di Gang Makam, Kampung Cipancur, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat.

"Jual gorengan setahun ini, sejak SD kebetulan dibolehkan oleh pihak sekolah karena enggak Salma saja yang jualan, sampai kemudian sekolah lewat online di rumah. Awal-awal pandemi, ujian sekolah saat itu di rumah," kata Nurjanah, Senin (26/7/2021).

(sya/mso)