Aksi Pemburu 'Harta Karun' Berbekal Metal Detector di Pantai Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:02 WIB
Melihat aksi pemburu harta karun di Pantai Pangandaran
Melihat aksi pemburu harta karun di Pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Banyak cara orang mencari rejeki di kawasan objek wisata pantai Pangandaran. Salah satunya adalah pekerjaan mencari 'harta karun' di pesisir pantai.

Mereka adalah pemulung benda-benda berharga yang tercecer atau tertimbun pasir pantai. Target utamanya adalah perhiasan emas, perak, uang koin atau logam berharga lainnya.

Hampir setiap hari mereka berjalan menyusuri pantai mengais-ngais pasir. Untuk mempermudah usahanya, mereka membawa alat khusus seperti yang digunakan oleh tim penjinak bom.

Ya, mereka membawa alat pendeteksi logam atau metal detector. Jika alat deteksi berbunyi, mereka lalu menggunakan alat kedua yang dibawanya. Yakni perkakas mirip cangkul, namun permukaannya bolong-bolong. Semacam ayakan atau saringan, namun berbentuk cangkul.

"Mencari benda-benda yang terbawa ombak," kata Nurdin (47) warga Dusun Karangsalam Desa Pananjung Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Senin (26/7/2021) sore.

Nurdin tak diam, dia terus berputar-putar menyisir setiap jengkal pantai. Tak lama berselang metal detector berbunyi. Nurdin langsung mencangkul permukaan pasir. Ternyata sebuah benda mirip jepit rambut didapatnya. "Cuma aksesoris," kata Nurdin seraya memasukan benda itu ke tas pinggang.

Nurdin mengaku beberapa waktu lalu dirinya sempat menemukan perhiasan emas seberat 3 gram. "Dulu pernah dapat emas 3 gram," katanya sambil berlalu.

Ujang, kawan Nurdin mengaku memulung logam berharga di pantai sambil berolahrga. "Sambil olahraga saja, jalan-jalan di pantai. Siapa tahu beruntung, walaupun pengunjung pantainya tak ada," kata Ujang.

Ujang mengatakan membeli metal detector dari toko online. "Bukan rakitan, beli online. Ini metal detector seri 4080," kata Ujang.

Sementara itu Didin "Coy", salah seorang pedagang kaki lima di pantai mengatakan aktivitas para pemulung benda berharga itu sudah berlangsung lama.

"Wah sudah lama, dari dulu ada. D isini dikenal dengan sebutan pencari harta karun," kata Didin.

Dulu para pemulung harta karun tak menggunakan alat, cukup disisir dengan menggunakan kaki atau menggunakan besi pencakar pasir.

"Baru beberapa tahun belakangan ini, banyak yang pakai metal detector. Sekarang kan harganya terjangkau dan mudah didapat, sekitar satu jutaan rupiah di toko online. Sekali dapat gelang emas, sudah balik modal," kata Didin.

Didin menambahkan target utama para pencari harta karun itu adalah perhiasan milik wisatawan yang terlepas saat berenang di pantai.

"Waktu hilangnya bisa saja terseret dan tergulung pasir ke tengah. Pasti sulit menemukannya kembali. Tapi lama-lama bisa terbawa lagi ke tepi," kata Didin.

Didin mengatakan biasanya para pencari harta karun itu keluar di malam hari atau pagi buta sebelum ramai wisatawan.

"Mungkin karena sekarang pantai ditutup untuk wisatawan, jadi sore hari pun sudah menyisir pantai. Biasanya kalau siangnya ramai wisatawan, nah malam atau subuhnya mereka baru bekerja," kata Didin.*

(mud/mud)