10.471 Orang di Bogor Terpapar Corona Selama PPKM Darurat, 168 Meninggal

M. Sholihin - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 14:55 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bogor -

Kasus positif Corona di Kabupaten Bogor melonjak tinggi selama PPKM Darurat diberlakukan sejak 13 Juli-25 Juli lalu. Seiring dengan itu, kasus kematian orang dengan status positif COVID-19 juga mengalami peningkatan.

Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mencatat, sebanyak 10.471 orang terpapar CORONA selama 13 hari. Dari ribuan kasus tersebut, sebanyak 6.055 orang dinyatakan sembuh dan 168 lainnya meninggal dunia dengan status positif Corona.

Dengan tambahan kasus selama PPKM darurat, total kasus positif CORONA di Kabupaten Bogor bertambah menjadi 35.949 kasus. Dengan perincian, sebanyak 27.381 orang dinyatakan sembuh, 419 meninggal dunia dan 8.143 lainnya masih berstatus aktif dan dalam proses penyembuhan.

Selain itu, Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor juga mencatat ada 311 orang meninggal dengan status probable atau dalam pantauan karena sakit dengan indikasi COVID-19.

Jika dibanding dengan kondisi sebelum PPKM Darurat diberlakukan, penambahan harian kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bogor hanya berkisar di angka 90-an. Angka tambahan harian kasus positif COVID-19 kemudian melonjak tinggi hingga di angka 900-an per hari.

Tingginya kasus positif COVID-19 dan Bed Occupancy Rate di Kabupaten Bogor, membuat wilayah dengan penduduk sekitar 5 juta orang ini berubah menjadi zona merah, atau wilayah dengan resiko penularan tinggi COVID-19.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menilai PPKM darurat memiliki pengaruh besar untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayahnya. Menurutnya, jika tidak ada PPKM darurat, kemungkinan orang terpapar COVID-19 akan semakin banyak.

"Besar ya (pengaruh PPKM darurat), kalau tidak ada PPKM, mungkin orang yang tertularnya semakin banyak. Jadi ini, dengan ada PPKM, kita juga mudah-mudahan bisa menahan laju tertularan di masyarakat," kata Ade dalam diskusi virtual bertajuk 'Jalan Terjal PPKM Darurat' seperti diberitakan detikcom pada Sabtu (17/6/2021).

Ade mengaku situasi pandemi COVID-19 di wilayahnya saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja jika dilihat secara keseluruhan. Namun, dengan adanya PPKM darurat, mobilitas masyarakat jadi menurun.

"Kalau ditanya situasi secara keseluruhan terkait pandemi, ya pasti tidak bak-baik saja ya, karena memang kita sedang PPKM darurat, dan PPKM darurat juga sudah bisa menurunkan tingkat keramaian, menurunkan mobilitas masyarakat, menurunkan penularan," ujarnya.

Ade mengatakan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Kabupaten Bogor sudah lebih dari 90 persen. Total ada 29 rumah sakit, empat di antaranya merupakan rumah sakit umum daerah dan sudah full kapasitas.

"Ya kita walaupun rumah sakit keteteran di Kabupaten Bogor ini kan cukup luas paling banyak penduduknya se-Indonesia ya jadi kita maksimalkan di 29 RS baik RS swasta maupun daerah. Kita kebetulan punya 4 RS daerah semuanya full, bahkan beberapa RS juga dibuat tenda untuk pasien IGD. Tingkat kematian juga cukup tinggi sehingga kita harus terus berjibaku, satu sisi kita harus fokus kesehatan, satu sisi kita juga harus fokus penertiban terhadap masyarakat yang tidak taat prokes," sambungnya.

(mso/mso)