Pemkot Bandung Tegaskan OTG Selesai Isoman Tak Perlu Tes PCR

Wisma Putra - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 10:47 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menegaskan pasien COVID-19 yang tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG) dan sudah menjalani isolasi mandiri (isoman) selama 14 hari tidak perlu dites PCR dan rapid Antigen.

"Sekarang regulasinya enggak (tak perlu PCR usai isoman)," ucap Yana di Balai Kota Bandung, Senin (26/7/2021).

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Revisi 5, yang diterbitkan Kementerian Kesehatan RI pada 13 Juli 2020, ada tiga kriteria pasien COVID-19 yang dinyatakan selesai isolasi, sebagai berikut.

1. Pasien COVID-19 tanpa gejala
Pasien COVID-19 tanpa gejala tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi apabila sudah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Pasien COVID-19 gejala ringan-sedang
Pasien COVID-19 dengan gejala ringan atau sedang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi dihitung dari 10 hari sejak tanggal mengalami gejala, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

3. Pasien COVID-19 gejala berat
Pasien COVID-19 dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dapat dinyatakan selesai isolasi apabila telah mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, kemudian ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi COVID-19 (Pusicov) Kota Bandung kasus kematian akibat COVID-19 mencapai 1.171 bertambah 27 dari sehari sebelumnya. Sementara itu, kasus kumulatif jumlahnya 34.865 atau bertambah 448 dari sehari sebelumnya, positif aktif mencapai 8.203 atau bertambah 383 dari sehari sebelumnya dan sembuh 25.491 atau bertambah 38 dari sehari sebelumnya.

Meski angka kematian akibat COVID-19 sudah lebih dari 1.000 kasus, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan beberapa waktu terakhir angka kematian sudah menurun.

"Hari-hari ke belakang ini sudah menurun, kemarin-kemarin 40, 50 sampai 60, sekarang 24, jadi memang terjadi penurunan. Tingkat kesembuhan juga makin naik, penambahan per hari sudah turun setengahnya, dari waktu itu pernah 634 sekarang 300 sekian. Mudah-mudahan ini menunjukkan penyebaran COVID-19 di Kota Bandung sudah agak terkendali," tutur Yana.

Tonton video 'Perlukah Tes COVID-19 Ulang Usai 14 Hari Isoman?':

[Gambas:Video 20detik]



Yana mengajak warga Kota Bandung tetap disiplin protokol kesehatan. Dia menjelaskan tingginya angka kasus positif aktif karena proses testing juga tinggi.

"Masyarakat jangan abai prokes. Kuncinya itu prokes. Tinggi sekali testing kita, sekitar 4.000, double Antigen dan PCR," ucap Yana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara menyebut ada tiga lab yang digunakan dan bisa mengetes sekitar 900 sampel per harinya berkaitan tes PCR. "BSL2 500, Lab Poltekes sekitar 200 dan BSL RSKIA 200, bisa 900," kata Ahyani.

Dia menuturkan total pengetesan PCR dan rapid Antigen bisa mencapai 4-5 ribu "Rapid Antigen diakui sebagai diagnostik, maka kita strateginya tidak selalu harus PCR, lebih cepat justru rapid Antigen. Total PCR dan Antigen sehari bisa 4 ribu bahkan 5 ribu," ujar Ahyani.

(bbn/bbn)