Pemkab Cianjur Akui Kesulitan Kejar Target Vaksinasi Akibat Stok Kosong

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 16:37 WIB
medical
(Foto: Getty Images/iStockphoto/show999)
Cianjur -

Realisasi vaksinasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih rendah yakni hanya sekitar 10,5 persen dari target. Kondisi tersebut diperparah dengan habisnya stok vaksin di Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur Yusman Faisal, mengatakan saat ini vaksinasi sudah memasuki tahap ketiga dengan target 1,9 juta orang. Namun hingga akhir Juli ini, realisasinya baru sekitar 200 ribu orang.

Bahkan, lanjut dia, untuk vaksinasi lansia pun saat ini masih jauh dari target, yakni baru sekitar 10 persen dari target 180 ribu lansia di Cianjur.

"Baik realisasi untuk target total atau target lansia sama rendahnya. Capaian vaksinasi keseluruhan di tahap ketiga dengan sasaran masyarakat rentan kita baru 10,5 persen, angkanya sama dengan capaian vaksinasi lansia yang baru sekitar 10 persen juga," kata dia, Minggu (25/7/2021).

Yusman mengatakan untuk vaksinasi lansia, sejak awal program bergulir minim peminat. Kondisi geografis Cianjur pun membuat petugas kesulitan jika harus melakukan vaksinasi secara door to door.

"Kita masih maksimalkan vaksinasi di sejumlah program ataupun layanan kesehatan, kalau didatangi satu per satu kita sulit. Cianjur luas dengan banyak pemukiman yang jauh," ungkapnya.

Di sisi lain, Ia menyebutkan jika peminat dari target vaksinasi untuk masyarakat rentan sangat tinggi. Bahkan setiap kegiatan vaksinasi massal kerap melebihi kuota.

Sayangnya stok vaksin terbatas, sehingga jumlah pesertanya pun tetap dibatasi. Bahkan saat ini, Cianjur belum bisa melakukan vaksinasi massal lantaran stok vaksin kosong.

"Jadi kalau sasaran masyarakat umum ini minatnya sedang tinggi. Tapi kita tidak bisa maksimalkan karena stok vaksin terbatas. Apalagi sekarang, stoknya kosong. Adapun stok yang ada, itu untuk vaksinasi dosis kedua," paparnya.

Yusman mengaku sudah mengajukan penambahan stok vaksin, namun belum ada kiriman terbaru. Dia berharap stoknya dapat diperbanyak agar target vaksinasi bisa tercapai.

"Kalau bisa tidak hanya dikirim tepat waktu, tapi jumlah stoknya juga ditambah. Target kita per hari 8.000 ribu orang, dan itu bisa terealisasi jika stoknya ada," pungkasnya.

(mud/mud)