Pemprov Jabar Salurkan Bantuan untuk Seniman dan Budayawan

Dony Indra Ramadan - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 19:09 WIB
Ridwan Kamil mengizinkan warga silaturahmi asalkan protokol kesehatan ketat
Foto: Dok Humas Pemprov Jabar
Bandung -

Sejumlah seniman dan budayawan di Jawa Barat mulai mendapatkan bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bansos yang disalurkan berupa sembako dan uang tunai Rp 400 ribu.

"Kita bisa membantu kehidupan para seniman dan budayawan. Bentuk bantuannya pangan sembako dan juga ada uang tunai. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengurangi beban dari para seniman dan budayawan," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam keterangan resmi yang diterima detikcom pada Sabtu (24/7/2021).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Pemprov Jabar secara simbolis kepada budayawan Tisna Sanjaya kemarin. Bantuan diserahkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik.

"Di masa sulit ini kita harus saling menguatkan, mendoakan, pilihan-pilihannya tidak mudah tapi intinya urusan keselamatan nyawa tentu harus kita utamakan dan ada keputusan-keputusan yang harus didahulukan mungkin tidak nyaman dan tidak ideal. Pak Dedi Taufik tolong dimonitor lagi mana-mana yang belum tersisir oleh upaya yang dilakukan hari ini," tutur Emil sapaan Ridwan Kamil.

Kang Emil menjelaskan situasi di Jabar saat ini. Menurut dia, kondisi saat ini di mana lonjakan kasus terus terjadi di tambah PPKM darurat memang cukup sulit bagi masyarakat termasuk di dalamnya seniman dan budayawan.

"Kawan seniman dan budayawan yang saya cintai, situasi memang sangat sulit buat semua orang. Saya juga sedih, karena pilihannya itu tidak ada yang ideal. Jadi situasi ini sulit di berbagai level. Di satu sisi kawan rumah sakit akan kolaps. Suatu nilai kemanusiaan yang tentunya tidak ingin kita lihat," ujar dia.

"Tapi di sisi lain dengan PPKM Darurat ini juga mengurangi membatasi interaksi sosial dan ekonomi. Jadi buah simalakama. Kira-kira begitu, ibaratnya dari kiri buaya dari kanan singa. Jadi pilihannya tentu tidak mudah," kata dia menambahkan.

Kepada para seniman dan budayawan, Emil juga menjelaskan upaya-upaya Pemprov Jabar dalam menangani COVID-19. Salah satunya tingkat keterisian rumah sakit di Jabar saat ini sudah mulai turun dari 90 persen ke 75 persen.

Di samping menangani COVID-19, kata Emil, Pemprov Jabar juga senantiasa memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak salah satunya seniman dan budayawan.

Sementara itu, Kadisparbud Jabar Dedi Taufik berdasarkan data tahun 2020, total yang terdampak di sektor pariwisata dan budaya sebanyak 65 ribu jiwa di man 15 ribu di antaranya merupakan pelaku seni dan budaya.

"Saya ditugaskan Pak Gubernur, coba mencarikan solusi. Salah saatunya memberikan bantuan. Ini sudah dimulai, hari ini ada 399 seniman dan budayawan yang mendapatkan sembako dan uang dari Pemprov Jabar," kata Dedi.

Selain bantuan sembako dan uang tunai, kata Dedi, pihaknya juga menyiapkan langkah pemulihan ekonomi salah satunya memfasilitasi kesenian dan karya seniman serta budayawan dalam bentuk digital. Anggaran Rp 3 miliar disiapkan untuk langkah itu.

"Ini semua sedang berproses. Termasuk untuk company (perusahaan) industri pariwisata yang lain, seperti relaksasi, penundaan pajak dan diskon listrik hingga air. Itu salah satu keinginan asosiasi. Semuanya sedang berproses," ucap Dedi.

Tisna Sanjaya merespons bantuan yang diberikan Pemprov Jabar. Dia mengapresiasi sekaligus meminta agar bantuan tersebut tepat sasaran dan merata diterima seniman dan budayawan.

"Jangan dilihat besar kecilnya bantuan, tapi lihat niat dan solusi dari pihak pemerintah itu sudah lebih dari apapun. Alhamdulilah, hatur nuhun ka kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) dan Pemprov Jabar. Mudah-mudahan bantuan bisa diberikan secara adil, semua dapat. Mudah-mudhan diikuti juga oleh pemprov lain, pemkot pemkab. Karena ini memang sangat penting," ucap Tisna.

Tisna menyebut proses berkarya para pelaku seni dan budaya tidak berubah meski di tengah pandemi.
"Yang saya tahu, seniman yang sungguh-sungguh berkarya di masa covid atau sebelum covid itu terus berkarya, mencipta membuat inovasi, memunculkan karya estetik artistik dari masa yang sulit ini, banyak artefak, hasil karyanya di masa pandemi," katanya.

"Yang dilihat itu justru situasi seperti publik menunggu apa karya yang akan dibuat. Dan saya yakin, solidaritas berupa pemberian bantuan ini bukan hanya untuk seniman budayawan saja, tapi menyasar (masyarakat yang terdampak) yang lain juga," ujarnya menambahkan.

(dir/ern)