Polda Banten Sebar Ribuan Paket Sembako Bagi Buruh

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 16:47 WIB
Kapolda Banten Sebar sembako bagi buruh
Foto: Bahtiar Rifa'i
Serang -

Polda Banten memberikan bantuan 1.200 paket sembako ke serikat buruh yang tersebar di Serang sampai Tangerang. Bantuan sosial diberikan kepada buruh yang terdampak akibat pengurangan mobilitas, pengurangan pendapatan akibat terdampak COVID-19 dan PPKM.

"Penyerahan bansos dari Polda ke perwakilan buruh yang terdampak. Penyebaran COVID-19 semakin meningkat dan perlu penanganan serius. Ini mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat dan rumah tangga pelaku ekonomi akibat ada pemutusan hubungan kerja, pengurangan haji dan pengurangan mobilitas," kata Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto di Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Serang, Sabtu (24/7/2021).

Penyerahan bansos ini dibantu oleh para pimpinan serikat buruh untuk dibagikan pada anggota serikatnya. Ia juga mengajak buruh tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi penerapan PPKM Level 4.

Di tempat sama, Karo Ops Kombes Amiludin Roemtaat menambahkan bahwa pihaknya juga membantu dalam rangka vaksinasi untuk buruh. Target ada 4 ribu vaksin yang dilakukan oleh Polda untuk para buruh yang belum divaksinasi.

"Beberapa tempat sudah melakukan vaksin, target kita keseluruhan itu 4 ribu, ini secara bertahap pemberian vaksinnya," ujar Roemtaat menambahkan.

Sementara, perwakilan buruh Intan Indria Dewi mengatakan, paket sembako akan segera dibagikan oleh para serikat pekerja. Ia juga memberi imbauan agar para buruh yang ada di Banten tidak takut untuk divaksin. "Jangan takut divaksin, karena vaksin jadi salah satu cara melindungi diri dan keluarga," ujarnya.

Ia menggambarkan, pandemi dan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 berdampak banyak pada kehidupan buruh. Para serikat buruh berharap tidak ada pemutusan hubungan kerja seperti saat lonjakan pandemi di tahun lalu.

"Banyak buruh yang masih bekerja di pabrik, yang harus diwaspadai meminta instansi terkait melindungi buruh dan vaksinasi karena saat ini masih bekerja di saat pandemi," pungkasnya.

(bri/ern)