Stok Menipis, Dosis Kedua Dialihkan ke Warga Jabar yang Belum Vaksin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 13:47 WIB
2.709 pelaku budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif jalani vaksinasi COVID-19 dosisi kedua. Kegiatan itu digelar di Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung.
Ilustrasi vaksinasi (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Pemprov Jabar akan mengalihkan dosis vaksin kedua untuk digunakan dosis pertama bagi masyarakat yang belum divaksinasi COVID-19. Pasalnya, ketersediaan vaksin untuk di Jabar menipis.

Realisasi vaksinasi di Jabar sejauh ini untuk doses pertama baru 13 persen atau 5,1 juta jiwa. Sedangkan dosis kedua masih 6,10 persen atau 2,3 juta jiwa. Sedangkan total sasaran vaksin guna mencapai target herd immunity di Jabar 37 juta jiwa.

"Bupati-wali kota minta ya minggu-minggu ini, tapi tidak ada, jatahnya habis. Tapi menunggu dari pemerintah pusat. Jadi dari sembilan juta vaksin yang dijatahkan pemerintah, Jabar 74 persen sudah selesai. Kemudian banyak yang minta vaksin lagi, tapi masih kosong. Baru mau datang lagi Agustus," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers virtual sebagaimana diunggah di akun YouTube Humas Jabar, Jumat (23/7/2021).

"Jadi kalau ditanya 'Pak ini minta vaksin kok vaksin nya nggak ada' memang itu di drop dari pusatnya nanti bulan Agustus," kata dia menambahkan.

Emil --sapaan Ridwan-- mengatakan saat ini sisa vaksin di Jabar sebanyak 26 persen, itupun untuk dosis kedua. Guna merata bagi masyarakat, menurut Emil, sisa dosis untuk vaksin kedua itu akan dialihkan ke warga yang belum mendapatkan suntikan dosis pertama.

"Sehingga kita akan menggunakan sisa yang 26 persen ini tidak untuk dosis kedua, tapi untuk memperluas wilayah vaksin," tutur Emil.

Emil sudah memerintahkan pemerataan vaksin tersebut ke beberapa lokasi seperti sekolah hingga vaksin keliling. "Sudah saya perintahkan di sekolah-sekolah kemudian vaksin keliling untuk meningkatkan persentase," ucap Emil

(dir/bbn)