Pulihkan Ekonomi, Jabar Genjot Petani Milenial Burung Puyuh

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 19:50 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan program petani milenial burung puyuh di Bandung.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil meluncurkan program Petani Milenial burung puyuh di Bandung (Istimewa).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Petani Milenial Burung Puyuh (PMBP) secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (22/7/2021). Tujuan diluncurkannya PMBP ini salah satunya sebagai agen pemulihan ekonomi di Jawa Barat yang terdampak pandemi.

Pada tahap pertama, ada lima petani milenial yang membudidayakan masing-masing 2.000 ekor burung puyuh. Proses budidaya dilakukan secara bertahap, PMBP intensif dilaksanakan setelah pembangunan sarana dan prasarana budidaya selesai di lokasi Rumah Edukasi Biomethagreen Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Sedangkan PBMP Mandiri budidaya berjalan setelah akad kredit dan pencairan KUR dari Bank Jabar Banten (BJB). Untuk kategori tersebut, budidaya bertempat di lokasi masing-masing petani milenial yang mempunyai lahan sendiri.

"Program Petani Milenial akan menjadi unggulan Jabar dan solusi di masa depan untuk budidaya pangan yang bersifat peternakan, khususnya budidaya burung puyuh di Jabar. Saya apresiasi, tapi saya titipkan statistik di kemudian hari harus meningkat dari satuan, puluhan, ratusan, dan jutaan," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Ia pun meminta anak-anak muda yang terpilih sebagai petani milenial untuk rajin mempromosikan kegiatan dan produknya di media sosial atau e-commerce.

"Tunjukkan kepada teman-temannya, rajin-rajin sharing di Tik Tok, rajin sharing di Instagram lagi mungut si telur puyuh atau gimana menyemangati bahwa bisa hidup di desa dengan rezeki kota, dengan digital commerce bisa bisnis mendunia," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Jafar Ismail menjelaskan sebelum memulai budidaya burung puyuh, kelima PMBP tersebut sudah mendapatkan pembekalan secara luring pada Senin, 3 Mei 2021.

Pembekalan tersebut berkaitan dengan pengenalan program PMBP, prospek usaha sub sektor peternakan dan analisa kelayakan usaha, teknologi budidaya bidang peternakan untuk milenial, teknik pengolahan dan pemasaran produk burung puyuh, serta pemberian modal kerja perbankan.

"Jumlah peserta pendaftar Kegiatan PMBP, awalnya berjumlah 33 orang, setelah melalui proses seleksi yang berjenjang, mulai administrasi, kurasi, wawancara, BI Checking, sampai ke seleksi akhir, hanya tinggal 30 orang peserta," ucapnya.

Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar menjelaskan model bisnis yang diterapkan PMBP. Dalam hal ini Agro Jabar bertindak sebagai avalis (penjamin) dan PT Solusi Tani Makmur (STM) sebagai offtaker penyediaan kebutuhan budidaya burung puyuh, baik berupa bibit, pakan, obat-obatan, listrik dan operasional lainnya, berikut pemasaran hasil panen menggunakan KUR dari BJB.

"Diharapkan program PMBP ini dapat mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya berlipat akibat pandemi COVID-19 dan anak desa tidak terus datang ke kota untuk bekerja. Sebagamana yang disampaikan pak gubernur untuk Petani Milenial," kata Kurnia.

Saat ini jumlah rumah tangga usaha pembudidaya burung puyuh di Jabar menurut SUTAS tahun 2018 adalah 1.705 atau 0,09% dari total jumlah rumah tangga usaha peternakan Jabar.

"Kegiatan PMBP ini bertujuan mencetak PMBP sebagai agen pemulihan ekonomi di Jabar, menumbuhkembangkan kewirausahaan muda sub sektor peternakan di Jabar, mengubah wajab sub sektor peternakan Jabar menjadi segar dan atraktif," ujar Kurnia.

(yum/mso)