Satgas Sebut Masih Ada Warga Sukabumi yang Percaya Hoaks soal Corona

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 19:24 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumi -

Satgas Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Sukabumi mengakui hingga saat ini masih saja ada saja pihak yang percaya hoaks soal Corona hingga vaksinasi. Upaya-upaya sosialisasi terus dilakukan dengan melibatkan personel kepolisian dan TNI juga penegak perda Satpol PP demi memberi pemahaman kepada warga.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Andi Rahman menyebut ironisnya hoaks tersebut masih saja berseliweran di media sosial hingga disuarakan oleh orang yang ditokohkan.

"Masih ada oknum tokoh yang belum memahami, masih percaya dengan hoaks soal vaksin soal Corona," kata Andi, Kamis (22/7/2021).

Meski tidak sebanyak dahulu, cuitan-cuitan yang justru mengurangi tingkat keyakinan warga untuk vaksin dan keberadaan COVID-19 diakui Andi masih saja ada di lini masa media sosial.

Andi bahkan menceritakan soal pengalamannya tentang warga yang dahulu tidak percaya COVID-19 kemudian terpapar dan akhirnya mempercayai bahwa COVID-19 itu ada dan nyata.

"Mereka biasa mencuit, kalau sudah kena baru sadar di tempat isolasi baru sadar, saya ngeri lihat begitu. Saat ini kami fokus bagaimana menetralisir informasi bagaimana vaksin bekerja, bagaimana pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah juga berdampak positif," ungkapnya.

Andi mencontohkan aturan soal PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah saat ini. Aturan itu ternyata mampu menurunkan angka keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang sebelum pemberlakuan PPKM sudah menunjukkan angka kritis.

Data yang diberikan Andi, untuk BOR rumah sakit milik pemerintah seperti RSUD Sekarwangi saat ini berada di angka 71 persen, RSUD Palabuhanratu 85 persen, RSUD Sagaranten 60 persen dan RSUD Jampang Kulon 55 persen.

"Setelah pemberlakuan PPKM Darurat BOR di Kabupaten Sukabumi (rata-rata keseluruhan) menjadi 78 persen, artinya PPKM Darurat cukup berhasil menurunkan BOR di seluruh rumah sakit yang menangani pasien COVID-19," ujar Andi.

Simak video 'Ada Hoaks Terkait Covid-19, Kepala BIN: Penyakit Ini Nyata!':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mso)