Sulit Peroleh Bibit-Jual Hasil Tani, Pemkab Bandung Luncurkan Kartu Si Bedas

Muammad Iqbal - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 17:03 WIB
Peluncuran kartu tani Si Bedas di Kabupaten Bandung
Foto: Peluncuran kartu tani Si Bedas di Kabupaten Bandung (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Sejumlah petani dalam setiap tahunnya selalu mengkhawatirkan tidak mendapatkan bibit. Bahkan banyak pula yang hasil taninya tidak terjual di pasaran. Atas temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan kartu tani Si Bedas (Sistem Bertani dengan Agro Solution).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan kartu tani Si Bedas berbeda dengan kartu tani yang dikeluarkan pemerintah pusat. Kartu Si Bedas difungsikan untuk membantu petani agar menerima bibit hingga penjualan hasil pertanian.

"Pak bupati membuat inovasi gerakan lagi terkait dengan kartu tani Si Bedas yaitu Sistem Bertani dengan Agro Solution, artinya jadi bertani di sini itu tidak hanya mengasih bibit, tetapi dari mulai bibit, pelatihan, kemudian pembiayaan, pengolahan sampai pada penjualan, jadi agro sulutionnya itu tuntas," ujar Tisna kepada wartawan di Gedung Oryza Sativa, Kantor Pemkab Bandung, Kamis (22/7/2021).

Tisna menjelaskan, program ini akan difokuskan pada sektor pertanian umbi porang dan jagung. Selain itu, kartu tani Si Bedas dapat berfungsi pula sebagai asuransi pertanian serta masuknya bantuan dari pemerintah daerah.

"Kita akan lakukan percobaan di komoditas porang dan jagung, Insya Allah barangkali akhir Juli ini kita akan launching. Di dalam kartu tani Si Bedas ada asuransi pertanian, kemudian bantuan dan sebagainya, tidak hanya terbatas masalah pupuk subsidi," ujar Tisna.

Meski demikian, dalam pelaksanaannya program kartu tani Si Bedas masih menggunakan dana Non-APBD. Tisna menjelaskan, diperlukan perbup yang mengatur hal tersebut.

"Sekarang itu fasilitasinya anggaran non APBD, nanti ke depan karena harus dibuat dulu Perbup-nya, ke depan kalau nanti itu diperlukan katakan lah ada bantuan berbentuk uang disitu, nah bisa juga, tapi untuk saat ini belum ke sana. Saat ini, kita mendorong bisnis aja, antara off taker (pembeli hasil pertanian) antara petani dengan perbankan, pemerintah hanya fasilitasi," tuturnya.

Di pihak lain, Bupati Bandung menjelaskan, program kartu tani Si Bedas merupakan janji politiknya semasa kampanye di tahun 2020 lalu. Ia berjanji akan mengeluarkan tiga kartu sakti, yakni Kartu Guru Ngaji, Kartu Wirausaha dan Kartu Tani.

"Kartu Tani Si Bedas ini adalah salah satu program yang pada waktu kemarin pilkada, kita menyampaikan visi dan misi dan juga janji politik yang telah saya sampaikan, ini adalah menjawab apa yang telah saya sampaikan pada waktu kemaren. Sehingga kartu tani Si Bedas ini salah satu solusi untuk bisa membangkitkan semangat para petani dalam rangka melaksanakan kegiatan pertanian," ujar Dadang.

Dadang menegaskan, program kartu tani Si Bedas tidak bertubrukan dengan progam kartu tani dari pemerintah pusat. Program kartu tani Si Bedas akan mengisi ruang kosong yang tidak dibantu oleh kartu tani.

"Tidak bertabrakan dengan kebijakan pusat, jadi kalau yang dari pusat itu kan cenderung kepada subsidi (pupuk), tapi kita mah lebih kepada bantuan baik itu bimtek pelatihan, jadi kalau ada semacam bantuan dari pemerintah daerah ini masuk ke rekening masing masing, dan termasuk bantuan modal kerjanya," pungkas Dadang.

(mso/mso)