Gubernur Banten Minta Pemuka Agama Sadarkan Warga soal Masker

Bahtiar Rifa - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 13:47 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim
Gubernur Bantenn Wahidin Halim (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan bahwa persoalan masih rendahnya kesadaran bermasker perlu peran serta tokoh agama dan masyarakat. Agar warga di pedesaan yang mayoritas religius bisa membiasakan memakai masker, ia minta bantuan tokoh agama soal ini.

"Ini perlu diinternalisasi melalui para tokoh agama dan tokoh masyarakat," kata Wahidin melalui keterangan tertulis ke wartawan di Serang, Kamis (22/7/2021).

PPKM Darurat memang menurutnya mengurangi intensitas mobilitas warga. Tapi, kebiasaan baru menggunakan masker perlu dipatuhi sesuai anjuran Satgas COVID-19 selama pandemi.

Penegakkan bagi pelanggar protokol selama PPKM Darurat juga ia sebut terus dilakukan. Tapi, diakui bahwa ada kelonggaran terhadap kelompok marjinal tertentu dengan cara pendekatan persuasif.

"Kita berharap ada perubahan signifikan dengan sisa waktu yang ada," jelasnya.

Yang dibutuhkan masyarakat menurutnya saat ini adalah sembako dan obat. Kementerian, TNI-Polri sudah ikut membantu. Vaksinasi juga masih jalan dan oksigen ia anggap masih mencukupi.

"Soal oksigen, Provinsi Banten tidak kekurangan. Produsen oksigen ada di Banten. Mereka sudah menyumbang, oksigen, tabung, dan dispenser," terangnya.

Jubir Satgas Penanganan COVID Wiku Adisasmito memang pernah menyebut bahwa angga rata-rata kepatuhan penggunaan masker warga Banten hanya 28,57 persen. Angka itu dinilai paling rendah dibandingkan provinsi-provinsi lain.

"Banten 28,57 persen (kepatuhan pakai masker). Sedangkan desa/kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yaitu 48,26 persen atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta, masyarakatnya tak patuh dalam menjaga jarak," kata Wiku dalam siaran langsung di kanal Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Seluruh kabupaten/kota di Banten kecuali Lebak pun saat ini berada di zona merah. Jumlah kasus yang isolasi mandiri dan dirawat per tanggal 21 Juli kemarin masih di angka 20.805 orang.

(bri/mud)