Curhat Ojol-Pedagang Terdampak PPKM di Bandung

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 14:16 WIB
Driver Ojol dan Pedagang Tolak PPKM di Bandung
Massa turun ke jalan menolak PPKM di Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Massa dari kalangan driver ojek online (ojol), pedagang dan mahasiswa berunjuk rasa di depan Balai Kota (Balkot) Bandung, Rabu (21/7/2021). Mereka menolak perpanjangan PPKM di Kota Bandung.

Salah satu driver ojol Galih Azka mengatakan, akibat PPKM Darurat dan penutupan jalan dirinya kehilangan pendapatan. "Penutupan jalan, habis bensin banyak," kata Galih.

"Harapannya jangan ada lagi PPKM, jangan ada penyekatan," ucap dia menambahkan.

Galih mengaku tekor bensin, sejak ada PPKM Darurat ini. "Susah, saya pernah sehari dapat Rp 32 ribu, bisanya sampai Rp 100 lebih," ujarnya. "Isi bensin banyak, sebelum PPKM Rp 20 ribu sehari, ini sampai Rp 35 ribu sehari," ujar Galih.

Sementara itu, salah satu perwakilan pedagang di Bandung Electronic Center (BEC) mengatakan, akibat penutupan mal tersebut ia dan rekan-rekan sejawatnya mengalami kehilangan pendapatan. "Ada aturan ada solusi pak, istri, anak harus makan pak," ujarnya saat berorasi.

"Bapak digaji enak, Mang Oded (wali kota Bandung) enak tidur nyenyak, empuk banget. Saya selaku pedagang, perwakilan pedagang BEC, ingin menyampaikan keberatan tentang PPKM, segera buka mal di Bandung," ucapnya.

(wip/bbn)