Terungkap! Muncikari Artis TA Tawarkan Wanita Kelas Premium

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 12:42 WIB
Foto ilustrasi untuk prostitusi artis
Ilustrasi (Foto: Phil McCarten/Getty Images)
Bandung -

Dua muncikari prostitusi online melibatkan artis TA telah divonis 10 bulan bui. Terungkap muncikari menawarkan perempuan kelas standar hingga kelas premium.

Hal itu terbongkar berdasarkan keterangan muncikari MR alias Alona yang tercatat dalam dokumen putusan yang diunggah di website Mahkamah Agung (MA). Dalam perkara ini, selain MR ada juga VD alias Jennifer yang berperan sama sebagian muncikari.

Dalam keterangan terdakwa, MR mengaku mengenal AH alias Nookie28 dan RJ alias Meauw yang meminta perempuan yang dapat melakukan prostitusi online. Alona kemudian menyebutkan sejumlah perempuan dengan tarif beragam sesuai kelas.

"Bahwa untuk kelas premium adalah harga ani-ani dengan minimal Rp 10 juta dan maksimal Rp 25 juta untuk short time. Sedangkan untuk long time Rp 50 juta," tulis hakim dalam dokumen putusan sebagaimana dilihat detikcom pada Rabu (21/7/2021).

Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Wasdi Permana dengan dua anggotanya yaitu Toga Napitupulu dan Sontan Merauke. Kasus ini sudah diputus pada pertengahan April lalu.

Kembali ke soal tarif. Muncikari Alona juga menawarkan paket ekonomis dengan nama kelas medium atau standar berharga minimal Rp 3 juta dan maksimal Rp 8 juta untuk short time dan Rp 16 juta untuk long time.

Dalam pengakuannya juga, Alona mengaku mengenal dengan TA. Dia juga yang terlibat transaksi jasa prostitusi artis TA.

"Terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," tuturnya.

Sementara itu muncikari VD juga mengaku terlibat dalam praktik prostitusi online. Dia mengenal Alona, Nookie28 dan juga Meauw.

VD juga pernah menawarkan seorang perempuan kepada Alona yang kemudian diteruskan kepada Meauw.

Sekedar diketahui, Kasus prostitusi ini terungkap usai polisi menciduk artis berinisial TA. TA diamankan polisi saat tengah berada di hotel kawasan Bandung pada Kamis (17/12). Dia diduga terlibat praktik prostitusi.

Kasus ini sudah diputus di pengadilan. Empat orang pelaku yang terlibat praktik itu divonis 6 bulan hingga 10 bulan bui.

Dalam putusannya, majelis hakim menyebut keempatnya terbukti bersalah sesuai Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1)UU RI No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dan
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tent ang acara hukum pidana.

"Para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak telah membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan," ujar hakim dalam putusannya.

Dalam amar putusannya itu, hakim menghukum keempat terdakwa dengan putusan antara lain AH dan RJ hukuman seberat 6 bulan penjara. Sedangkan MR dan VD hukuman 10 bulan penjara. Keempatnya juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan.

Simak juga 'Curhat Cynthiara Alona di Balik Jeruji Usai Jadi Tersangka Prostitusi':

[Gambas:Video 20detik]



(dir/mud)